Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mengatakan dirinya "terkejut" atas laporan tindak kekerasan oleh otoritas Iran terhadap para demonstran saat unjuk rasa besar-besaran mengguncang negara tersebut. Guterres menyerukan pemerintah Iran untuk menahan diri.
"(Guterres) Terkejut oleh laporan aksi kekerasan dan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh otoritas Iran terhadap para demonstran," kata juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Senin (12/1/2026).
Dujarric menambahkan bahwa Guterres juga menyerukan pemerintah Iran "untuk menunjukkan sikap mengendalikan diri dan menahan diri secara maksimal dari penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau tidak proporsional".
Iran dilanda unjuk rasa besar-besaran, yang diwarnai kekerasan mematikan, dalam beberapa hari terakhir.
Aksi protes itu awalnya dipicu kemarahan rakyat atas kenaikan biaya hidup, tetapi berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintah teokratis yang berkuasa sejak revolusi tahun 1979 silam.
Data dari kelompok aktivis melaporkan jumlah korban tewas akibat penindakan terhadap protes nasional di Iran telah melonjak menjadi sedikitnya 544 orang. Jumlah korban tewas itu terdiri atas 496 demonstran dan 48 anggota pasukan keamanan Iran.
Laporan Human Rights Activists News Agency (HRANA), lembaga HAM yang berbasis di Amerika Serikat (AS), menyebut lebih dari 10.600 orang telah ditahan.
"Semua warga Iran harus dapat menyampaikan keluhan mereka secara damai dan tanpa rasa takut," demikian pernyataan Guterres yang disampaikan melalui Dujarric.
"Hak atas kebebasan berekspresi, berasosiasi, dan berkumpul secara damai, sebagaimana diatur dalam hukum internasional, harus sepenuhnya dihormati dan dilindungi," tegas pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, Guterres juga menyerukan langkah-langkah untuk memungkinkan akses informasi, termasuk memulihkan layanan komunikasi yang terganggu. Konektivitas internet dan seluler dimatikan sejak 8 Januari malam hari waktu Iran, yang sangat membatasi akses informasi seiring meningkatnya kekerasan.
Simak juga Video: Demo Ricuh Tewaskan 500 Orang, Iran Berkabung 3 Hari











































