Israel kembali melancarkan serangan udara terhadap wilayah Jalur Gaza pada Rabu (7/1) waktu setempat. Sedikitnya dua warga Palestina tewas akibat serangan yang terjadi saat gencatan senjata Gaza masih diberlakukan sejak Oktober tahun lalu.
Militer Tel Aviv mengklaim gempuran terbaru itu sebagai serangan balasan terhadap kelompok Hamas yang para petempurnya menembaki sejumlah tentara Israel di daerah kantong Palestina tersebut.
Serangan udara terbaru Israel itu, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/1/2026), dilaporkan menghantam sebuah rumah di area Gaza City, kota terbesar di Jalur Gaza.
Para pejabat medis Gaza tidak segera mengidentifikasi dua korban tewas. Mereka mengatakan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan udara Israel itu.
Kelompok Hamas belum memberikan tanggapan langsung atas serangan tersebut.
Militer Israel, dalam pernyataannya, mengklaim sejumlah militan Hamas telah menembaki tentara-tentara mereka di Jalur Gaza pada Rabu (7/1) waktu setempat.
Disebutkan oleh Tel Aviv bahwa serangan udara tersebut menargetkan seorang militan senior Hamas yang menginstruksikan serangan terhadap pasukan Israel. Militan Israel tidak membahas soal korban jiwa dalam serangannya tersebut.
Secara terpisah, di area Rafah, Jalur Gaza bagian selatan, milisi Palestina yang didukung Israel mengatakan pasukannya telah membunuh dua anggota Hamas, yang menandai tantangan baru bagi kelompok militan tersebut.
(nvc/zap)