Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang membahas berbagai opsi termasuk tindakan militer untuk merebut Greenland. Namun, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengungkapkan, bahwa Trump lebih memilih untuk membeli wilayah otonom Denmark yang kaya mineral tersebut.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa "menguasai Greenland adalah prioritas keamanan nasional" bagi Trump untuk mencegah musuh-musuh AS seperti Rusia dan China.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (7/1/2026):
- 6 Negara NATO Kompak Serukan Kedaulatan Greenland Dihormati
Enam negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bergabung dengan Denmark dalam menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati. Seruan itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan keinginannya menguasai Greenland.
Dalam pernyataan bersama, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/1/2026), enam negara anggota NATO, seperti Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Denmark menyerukan penghormatan terhadap "kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan" Greenland.
Greenland yang terletak di kawasan Arktik, merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark.
- Diancam AS, Iran Ingatkan Tak Akan Tinggal Diam!
Panglima militer Iran memperingatkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan membiarkan dirinya diancam oleh kekuatan luar. Hal ini disampaikan pada hari Rabu (7/1/2026), setelah Amerika Serikat dan Israel mendukung aksi-aksi protes anti-pemerintah yang tengah terjadi di Iran.
"Republik Islam Iran menganggap peningkatan retorika permusuhan terhadap bangsa Iran sebagai ancaman dan tidak akan mentolerir kelanjutannya tanpa memberikan respons," kata Jenderal Amir Hatami, menurut kantor berita Iran, Fars, dilansir AFP, Rabu (7/1/2026).
Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengancam akan campur tangan di Iran jika para demonstran terbunuh. Sementara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan dukungan untuk aksi-aksi protes tersebut.
- Iran Eksekusi Mati Warganya yang Jadi Mata-mata Israel
Otoritas Iran mengeksekusi mati seorang pria yang dituduh menjadi mata-mata Israel di negara tersebut. Pria Iran itu dituduh melakukan praktik spionase untuk dinas intelijen Israel, Mossad.
(ita/ita)