Diancam AS, Iran Ingatkan Tak Akan Tinggal Diam!

Diancam AS, Iran Ingatkan Tak Akan Tinggal Diam!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Jan 2026 17:11 WIB
Diancam AS, Iran Ingatkan Tak Akan Tinggal Diam!
Ilustrasi bendera Iran (Foto: dok. Reuters)
Jakarta -

Panglima militer Iran memperingatkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan membiarkan dirinya diancam oleh kekuatan luar. Hal ini disampaikan pada hari Rabu (7/1/2026), setelah Amerika Serikat dan Israel mendukung aksi-aksi protes anti-pemerintah yang tengah terjadi di Iran.

"Republik Islam Iran menganggap peningkatan retorika permusuhan terhadap bangsa Iran sebagai ancaman dan tidak akan mentolerir kelanjutannya tanpa memberikan respons," kata Jenderal Amir Hatami, menurut kantor berita Iran, Fars, dilansir AFP, Rabu (7/1/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengancam akan campur tangan di Iran jika para demonstran terbunuh. Sementara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan dukungan untuk aksi-aksi protes tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat kekerasan yang menyertai gelombang protes di Iran pada Selasa (6/1) waktu setempat meningkat menjadi sedikitnya 35 orang. Data tersebut disampaikan oleh jejaring pegiat HAM Human Rights Activists News Agency (HRANA) di Amerika Serikat. Lembaga yang didirikan pelarian Iran itu juga melaporkan lebih dari 1.200 orang telah ditahan sejak demonstrasi berlangsung lebih dari sepekan.

Menurut HRANA, dilansir media DW, korban tewas terdiri dari 29 pengunjuk rasa, empat anak-anak, serta dua anggota pasukan keamanan Iran. Aksi protes telah menjangkau lebih dari 250 kota, desa atau lokasi lain di 27 dari 31 provinsi di Iran. Informasi tersebut dihimpun dari jaringan aktivis di dalam negeri, yang dinilai akurat dalam melaporkan kerusuhan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Aparat keamanan dikabarkan menggunakan tindak kekerasan terutama terhadap demonstran di daerah pedesaan. Akibatnya, aksi protes kembali melanda kota-kota besar seperti Teheran, ibu kota Iran dan Mashhad.

Sementara itu, kantor berita Iran Fars, yang dekat dengan Garda Revolusi, melaporkan sekitar 250 polisi dan 45 anggota pasukan sukarelawan Basij mengalami luka-luka selama aksi demonstrasi.

Lihat juga Video Iran Naik Pitam, Kutuk Tindakan AS yang Tangkap Maduro

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads