Pengadilan Rusia Perintahkan Penangkapan 2 Menteri Ukraina

ADVERTISEMENT

Pengadilan Rusia Perintahkan Penangkapan 2 Menteri Ukraina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 07 Des 2022 12:31 WIB
Caucasian woman holding gavel
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tolimir)
Jakarta -

Pengadilan Rusia memerintahkan penangkapan dua menteri Ukraina secara in absentia setelah mereka dituduh melanggar integritas teritorial Rusia.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/12/2022), keputusan tersebut diambil pada Selasa (6/12) waktu setempat menyusul permintaan dinas keamanan Rusia, FSB untuk menangkap secara in absentia Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk dan Wakil Menteri Luar Negeri Emine Dzhaparova.

"Permintaan itu telah dikabulkan," kata Anastasia Romanova, juru bicara pengadilan distrik Lefortovsky, Moskow, kepada AFP.

Sebelumnya, pemerintah Rusia mengatakan pada bulan September lalu telah mencaplok empat wilayah Ukraina yang hanya dikuasai sebagian pasukannya setelah mengadakan apa yang disebut referendum di Donetsk dan Lugansk di Ukraina timur dan Zaporizhzhia dan Kherson di Ukraina selatan.

Tokoh-tokoh politik senior Ukraina termasuk Presiden Volodymyr Zelensky telah melakukan perjalanan ke seluruh negeri termasuk ke wilayah yang diklaim Moskow telah dianeksasi meskipun ada pertempuran.

Dalam perjalanan terakhirnya, Zelensky pada Selasa (6/12) mengunjungi kota Sloviansk di dekat garis depan.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk yang merupakan menteri Ukraina untuk reintegrasi wilayah pendudukan, telah melakukan perjalanan ke Kherson setelah pasukan Ukraina merebut kembali kota itu pada bulan November.

Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Emine Dzhaparova telah mempromosikan isu-isu yang berkaitan dengan etnis minoritas di semenanjung Krimea, yang dianeksasi oleh Rusia pada tahun 2014. Dia juga menyerukan dukungan internasional untuk "melucuti pendudukan Krimea dan mengembalikannya ke Ukraina".

Kedua wanita tersebut telah dimasukkan dalam daftar buronan Rusia.

Menanggapi permintaan penangkapan oleh dinas keamanan Rusia, Dzhaparova menyindir bahwa Moskow telah mengakui "keefektifan pekerjaan saya".

Simak juga 'Putin Nyetir Mobil Keliling Daerah Perang Krimea':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT