Peraih Nobel Rusia: Tak Ada Solusi Diplomatik untuk Perang Ukraina!

ADVERTISEMENT

Peraih Nobel Rusia: Tak Ada Solusi Diplomatik untuk Perang Ukraina!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Des 2022 15:41 WIB
Serangan roket Rusia menghantam bangsal bersalin rumah sakit di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, Rabu (23/11) waktu setempat. Seorang bayi yang baru lahir dilaporkan tewas.
Dampak kehancuran di Ukraina akibat invasi militer Rusia (dok. AP Photo/Kateryna Klochko)
Hamburg -

Salah satu pendiri organisasi hak asasi manusia (HAM) Rusia, Memorial, yang meraih Nobel Perdamaian menilai tidak ada prospek untuk mengakhiri perang di Ukraina dengan negosiasi. Solusi damai diperkirakan tidak akan pernah bisa diwujudkan selama rezim Presiden Vladimir Putin masih berkuasa di Rusia.

Seperti dilansir AFP, Senin (5/12/2022), pernyataan itu disampaikan Irina Scherbakova salah satu pendiri organisasi HAM asal Rusia, Memorial, yang meraih Nobel Perdamaian tahun ini. Scherbakova sendiri kini tinggal di Jerman setelah meninggalkan negara asalnya.

"Saya sangat yakin bahwa tidak ada solusi diplomatik dengan rezim Putin, selama itu masih ada," sebut Scherbakova dalam pernyataan terbarunya saat menerima penghargaan di Hamburg, Jerman, pada Minggu (4/12) waktu setempat.

Pernyataan itu disampaikan Scherbakova saat menerima penghargaan untuk pekerjaannya selama bertahun-tahun menyusun katalog kejahatan era Stalinis dan berkampanye memperjuangkan HAM di negara asalnya.

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyerahkan penghargaan Marion Doenhoff Prize kepada Scherbakova. Olaf memuji Scherbakova sebagai sekutu dalam perjuangan untuk mewujudkan 'masa depan yang damai, bebas dan demokratis untuk Eropa'.

Dalam pidatonya saat menerima penghargaan itu, Scherbakova menyebut kurangnya harapan untuk solusi diplomatik itu sebagai 'pesan tragis'.

"Solusi (konflik) yang sekarang akan ada adalah solusi militer," cetusnya.

Lebih lanjut, dia berspekulasi bahwa diplomasi pada akhirnya akan berperan dalam menyelesaikan konflik. "Tapi keputusan-keputusan ini, diplomasi ini hanya akan terjadi ketika Ukraina meyakini mereka telah memenangkan perang ini dan bisa menetapkan persyaratannya," sebut Scherbakova.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT