Teleponan, Kanselir Jerman Serukan Putin Tarik Pasukan dari Ukraina!

ADVERTISEMENT

Teleponan, Kanselir Jerman Serukan Putin Tarik Pasukan dari Ukraina!

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 15:27 WIB
German Chancellor Olaf Scholz attends the trade union conference of the dbb Beamtenbund und Tarifunion, an organization of public service and private service sector unions, in Berlin, Germany, Nov. 29, 2022. (Christophe Gateau/dpa via AP)
Kanselif Jerman Olaf Scholz (Christophe Gateau/dpa via AP)
Berlin -

Kanselir Jerman Olaf Scholz menekan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengupayakan solusi diplomatik demi mengakhiri perang yang dipicunya di Ukraina. Salah satu langkah yang diserukan Scholz untuk Putin adalah menarik pasukan Rusia dari wilayah Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (3/12/2022), seruan dari Scholz untuk Putin itu disampaikan dalam percakapan telepon yang digelar Jumat (2/12) waktu setempat, yang merupakan komunikasi pertama antara kedua pemimpin sejak pertengahan September lalu.

"Kanselir menyerukan Presiden Rusia untuk secepat mungkin mengupayakan solusi diplomatik, termasuk penarikan pasukan Rusia," demikian seperti disampaikan juru bicara Scholz, Steffen Hebestreit.

Dalam percakapan telepon selama satu jam itu, Scholz juga mengecam serangan Rusia terhadap infrastruktur sipil di Ukraina. Diketahui bahwa gempuran pasukan Moskow terhadap infrastruktur energi Kiev memaksa jutaan warga sipil hidup dalam kegelapan dan di tengah kedinginan saat musim dingin semakin dekat.

"Secara khusus mengecam serangan udara Rusia terhadap infrastruktur sipil di Ukraina dan menekankan tekad Jerman untuk mendukung Ukraina dalam memastikan kemampuan pertahanan melawan agresi Rusia," sebut Hebestreit dalam pernyataannya merujuk pada kecaman Scholz.

Putin dalam percakapan telepon itu menyatakan serangan Rusia terhadap infrastruktur Ukraina 'tidak bisa dihindari'. Dia membela serangan-serangan Moskow itu sebagai respons terhadap serangan 'provokatif' pasukan Ukraina. Putin juga mengecam apa yang disebutnya sebagai kebijakan 'destruktif' Barat di Ukraina.

Kedua pemimpin juga membahas isu ketahanan pangan global, yang berada di bawah tekanan akibat perang di Ukraina. Ditambahkan Hebestreit bahwa Scholz dan Putin sepakat untuk 'tetap berkomunikasi'.

Diketahui bahwa kedua pemimpin melakukan kontak rutin via telepon sepanjang perang berlangsung. Percakapan telepon terakhir antara keduanya terjadi pada September lalu dan berlangsung selama 90 menit, dengan Scholz mendesak Putin 'mengupayakan solusi diplomatik sebisa mungkin, berdasarkan gencatan senjata'.

Simak Video 'Ukraina 'Membeku' di Tengah Terbatasnya Listrik, Air dan Penghangat':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT