Sah! Parlemen Singapura Cabut UU Kriminalisasi Seks Gay

ADVERTISEMENT

Sah! Parlemen Singapura Cabut UU Kriminalisasi Seks Gay

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 17:51 WIB
ilustrasi LGBT, LGBT, Gay, sex, lesbian, transgender (Andhika-detikcom)
Foto: ilustrasi LGBT (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Parlemen Singapura pada hari Selasa (29/11) resmi mencabut undang-undang (UU) yang mengkriminalisasi hubungan seks kaum gay. Langkah ini menghapus undang-undang era kolonial yang telah lama dikritik sebagai diskriminatif dan menstigmatisasi komunitas LGBTQ.

Dilansir kantor berita AFP, Selasa (29/11/2022), aturan yang dihapus tersebut adalah Pasal 377A KUHP yang mengatur hukuman hingga dua tahun penjara untuk hubungan seks antara sesama pria, meskipun UU tersebut selama ini tidak ditegakkan secara aktif.

"Saya senang itu akhirnya terjadi," kata seorang anggota komunitas LGBTQ yang hanya ingin dikenal dengan nama depannya, Justin, kepada AFP.

"Satu alasan berkurang bagi saya untuk menyembunyikan diri saya yang sebenarnya, karena beberapa hukum kuno. Tapi ini hanyalah langkah pertama untuk menghilangkan stigma sosial dan agama yang telah menimpa masyarakat karena kepercayaan yang sudah ketinggalan zaman, dan sensor media," imbuhnya.

Meski begitu, parlemen juga mengamandemen konstitusi untuk menegakkan definisi pernikahan adalah antara pria dan wanita.

Dalam voting parlemen yang digelar hari Selasa ini, sebanyak 93 suara mendukung pencabutan UU kriminalisasi seks gay tersebut, dengan tiga suara menentang dan tidak ada yang abstain.

Pasal 377A yang melarang perbuatan tidak senonoh antara sesama pria telah bertahun-tahun menjadi isu kontroversial yang membelah Singapura. Kelompok konservatif dari gerakan pro-keluarga dan kaum gereja kerap menyerukan agar pemerintah mempertahankan 377A. Namun, pegiat hak asasi manusia, aktivis LGBT, dan kaum moderat terus mendesak pencabutan pasal yang merupakan peninggalan dari era kolonial Inggris itu.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT