Pria Bawa Bendera Pelangi Masuk Lapangan Piala Dunia, Diamankan Petugas

ADVERTISEMENT

Pria Bawa Bendera Pelangi Masuk Lapangan Piala Dunia, Diamankan Petugas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 04:20 WIB
Seorang penjaga keamanan mencoba menangkap seorang pria saat dia memasuki lapangan sambil memegang bendera pelangi LGBT dan mengenakan kaos bertuliskan Hormatilah wanita Iran selama pertandingan sepak bola Grup H Piala Dunia Qatar 2022 antara Portugal dan Uruguay di Stadion Lusail di Lusail, Doha, pada 28 November 2022. (Foto oleh Glyn KIRK/AFP)
Petugas keamanan hendak mengamankan pria membawa bendera pelangi di lapangan pertandingan Piala Dunia 2022, Qatar. (AFP/GLYN KIRK)
Jakarta -

Seorang pria membawa bendera pelangi memasuki lapangan hijau saat pertandingan sepak bola Piala Dunia 2022 di Qatar. Pria itu kemudian diamankan petugas di tengah lapangan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (29/11/2022), seorang pria dengan bendera pelangi dan berkaus dengan kata-kata 'Hormati wanita Iran' di bagian belakang memasuki lapangan selama pertandingan Portugal Vs Uruguay di Piala Dunia Qatar.

Pria itu sempat berada di lapangan selama paruh kedua pertandingan antara Portugal dan Uruguay sebelum dikawal oleh petugas keamanan. Dua petugas keamanan menangkap pria itu di tengah lapangan.

Pria itu berada di lapangan selama sekitar 30 detik, sebelum akhirnya dikawal oleh petugas keamanan. Di kaus pria itu juga bertuliskan kata-kata 'Selamatkan Ukraina' di bagian depan.

Hak-hak kaum gay dan penggunaan bendera pelangi telah menjadi isu panas di Piala Dunia Qatar, di mana homoseksualitas adalah ilegal.

Kapten dari tujuh tim Eropa telah merencanakan untuk mengenakan ban lengan anti-diskriminasi bertema pelangi selama turnamen sebagai bagian dari kampanye keragaman. Namun, mereka mundur karena ancaman tindakan disipliner dari badan sepak bola FIFA, termasuk kartu kuning.

Menteri Olahraga Inggris Stuart Andrew akan mengenakan ban lengan berwarna pelangi ketika dia menghadiri pertandingan Inggris melawan Wales.

Fans mengeluh di turnamen Piala Dunia Qatar bahwa mereka telah diberitahu untuk menghapus bentuk pakaian dengan pelangi di pakaian mereka.

Tim Iran secara terpisah menjadi sorotan karena protes anti-pemerintah di dalam negeri. Tim Iran tidak menyanyikan lagu kebangsaan sebelum pertandingan pertama mereka melawan Inggris sebagai bentuk solidaritas dengan para pengunjuk rasa.

Iran telah diguncang oleh lebih dari dua bulan demonstrasi nasional sejak kematian Mahsa Amini yang berusia 22 tahun dalam tahanan polisi pada 16 September.

Amini, seorang warga Iran berusia 22 tahun asal Kurdi, meninggal tiga hari setelah penangkapannya di Teheran atas dugaan pelanggaran aturan berpakaian bagi perempuan, termasuk kewajiban jilbab.

(rfs/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT