Akhiri Gencatan Senjata, Taliban Pakistan Perintahkan Serangan!

ADVERTISEMENT

Akhiri Gencatan Senjata, Taliban Pakistan Perintahkan Serangan!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 11:01 WIB
Pakistani soldiers stand guard while stranded people walk towards the Afghan side at a border crossing point, in Chaman, Pakistan, Friday, Aug. 13, 2021. Pakistan opened its Chaman border crossing for people who had been stranded in recent weeks. Juma Khan, the Pakistan border towns deputy commissioner, said the crossing was reopened following talks with the Taliban. (AP Photo/Jafar Khan)
Ilustrasi (Foto: AP/Jafar Khan)
Jakarta -

Kelompok bersenjata Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), juga dikenal sebagai Taliban Pakistan, telah mengumumkan berakhirnya gencatan senjata yang disepakati dengan pemerintah pada bulan Juni lalu. TTP pun mengeluarkan perintah kepada para anggotanya untuk melakukan serangan di seluruh negeri.

"Operasi militer sedang berlangsung terhadap mujahidin di berbagai wilayah, jadi sangat penting bagi Anda untuk melakukan serangan di mana pun Anda bisa di seluruh negeri," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan pada Senin (28/11) seperti dilansir Al-Jazeera, Selasa (29/11/2022).

Kelompok itu, yang secara ideologis bersekutu dengan Taliban Afghanistan, mengatakan pihaknya menghadapi peningkatan jumlah serangan oleh militer Pakistan, khususnya di distrik Lakki Marwat di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di barat laut Pakistan.

"Kami sampaikan kepada rakyat Pakistan bahwa kami telah berulang kali memperingatkan Anda dan terus bersabar agar proses negosiasi setidaknya tidak disabotase oleh kami, tetapi tentara dan badan intelijen tidak menghentikan dan malah melanjutkan serangan, jadi sekarang serangan-serangan pembalasan kami akan dimulai di seluruh negeri," imbuh pernyataan itu.

TTP telah melakukan pemberontakan terhadap negara Pakistan selama lebih dari satu dekade. Kelompok tersebut menuntut pemberlakuan hukum Islam garis keras dan pembebasan anggota-anggota kunci yang ditangkap oleh pemerintah.

Sebelumnya pada 16 November, TTP mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap patroli polisi di Lakki Marwat, sekitar 200 km (125 mil) barat daya Peshawar. Enam polisi tewas dalam serangan itu.

Setelah serangan itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan "terorisme" terus menjadi salah satu masalah utama Pakistan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT