Batas Penyerahan Nama Calon PM ke Raja Malaysia Diperpanjang

ADVERTISEMENT

Batas Penyerahan Nama Calon PM ke Raja Malaysia Diperpanjang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Nov 2022 14:11 WIB
A woman casts her vote at a polling station during the 15th general election in Bera, Malaysias Pahang state on November 19, 2022. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Ilustrasi -- Pemilu Malaysia (dok. AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur -

Batas waktu penyerahan dokumen dukungan untuk koalisi partai dan nama calon Perdana Menteri (PM) Malaysia diperpanjang hingga Selasa (22/11) besok. Nama yang nantinya ditunjuk oleh Raja Malaysia akan bertugas membentuk pemerintahan baru.

Seperti dilansir The Star, Senin (21/11/2022), perpanjangan itu diumumkan oleh Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Datuk Seri Ahmad Fadil Shamsuddin dalam pernyataan terbaru yang dirilis pada Senin (21/11) waktu setempat.

Diumumkan oleh Ahmad Fadil bahwa Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah mengeluarkan perintah persetujuan agar proses dan pencalonan PM ke-10 diperpanjang hingga Selasa (22/11) siang, sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Perpanjangan ini, sebut Ahmad Fadil, menindaklanjuti permintaan para pemimpin partai dan koalisi politik di Malaysia.

"Perintah persetujuan Yang Mulia ini merupakan tindak lanjut atas permintaan para pemimpin partai politik dan koalisi partai politik yang telah diterima Istana Negara pada Senin (21/11) waktu setempat," sebut Ahmad Fadil dalam pengumumannya.

"Sehubungan dengan itu, Yang Mulia memanggil dan berpesan kepada semua rakyat untuk bersabar dan tenang hingga proses pembentukan pemerintahan baru dan pencalonan Perdana Menteri ke-10 selesai dilakukan," ucapnya.

"Yang Mulia juga mengingatkan rakyat bahwa penyelenggaraan negara ini masih tetap berjalan seperti biasa di bawah manajemen sementara Pelaksana Tugas (Plt) Perdana Menteri berdasarkan prinsip-prinsip pemerintahan sementara," imbuh Ahmad Fadil.

Ahmad Fadil juga menambahkan bahwa Raja Malaysia menyerukan rakyat untuk mendoakan bersama agar proses pembentukan pemerintahan baru dan pencalonan PM dipermudah dan berjalan lancar.

Hasil pemilu Malaysia pada Sabtu (19/11) waktu setempat tidak menghasilkan satu pun koalisi atau partai politik yang mencapai ambang batas 112 kursi -- dari total 222 kursi parlemen -- yang dibutuhkan untuk mendapatkan suara mayoritas dan berhak membentuk pemerintahan baru.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT