Keji! Hamil Usai Diperkosa, Remaja India Dibakar Hidup-hidup

ADVERTISEMENT

Keji! Hamil Usai Diperkosa, Remaja India Dibakar Hidup-hidup

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 13 Okt 2022 13:54 WIB
Ilustrasi Kebakaran. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (dok. Thinkstock)
New Delhi -

Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun di India harus dirawat di rumah sakit setelah dibakar hidup-hidup oleh seorang pria yang dituduh memperkosa dirinya hingga hamil. Pria tersebut dan ibundanya yang terlibat dalam aksi keji itu telah ditangkap kepolisian setempat.

Seperti dilansir CNN, Kamis (13/10/2022), seorang pejabat kepolisian senior di negara bagian Uttar Pradesh, Kamlesh Kumar Dixit, menuturkan bahwa tersangka yang berusia 18 tahun dan ibundanya ditangkap pada Senin (10/10) waktu setempat atas dugaan percobaan pembunuhan.

Keduanya disebut menuangkan minyak tanah ke tubuh korban dan membakarnya hidup-hidup pada 6 Oktober lalu.

Pihak kepolisian juga menuduh tersangka pria -- merupakan sepupu korban -- telah memperkosa korban sekitar tiga bulan lalu. Dixit menyebut korban sampai hamil akibat diperkosa tersangka.

Tindak pemerkosaan itu, menurut Dixit, terjadi di Mainpuri, yang berjarak sekitar 270 kilometer sebelah tenggara New Delhi, sekitar tiga bulan lalu.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Dixit bahwa usai tersangka mengetahui korban hamil, keluarga korban dan keluarga tersangka membahas apakah keduanya harus dinikahkan.

Laporan Press Trust of India -- kantor berita terbesar di India -- menyebut korban dibujuk untuk mendatangi rumah tersangka dengan dalih akan dinikahkan dengan tersangka, namun korban dibakar hidup-hidup di sana. Dixit menolak untuk menjelaskan lebih lanjut soal detail kronologi kejadian.

Simak juga 'Perempuan India Korban KDRT Beberkan Bukti-bukti ke Pengadilan':

[Gambas:Video 20detik]



Tidak dijelaskan lebih lanjut kondisi korban yang kini dirawat di rumah sakit setempat. Status kehamilan korban juga tidak diketahui secara jelas.

India telah sejak lama bergulat menghadapi wabah kekerasan terhadap perempuan di negara dengan patriarki kuat itu. Para aktivis setempat menilai dugaan keterlibatan wanita dalam kasus ini menunjukkan skala misogini yang mendalami dalam masyarakat.

"Saya sudah mati rasa dengan kisah-kisah seperti ini. Ada kurangnya empati di negara kita. Selama bertahun-tahun, kita berusaha mengubah banyak hal. Kasus ini menunjukkan kegagalan dalam sistem kita. Gadis itu seharusnya dibantu," ucap aktivis antipemerkosaan dari New Delhi, Yogita Bhayana.

(nvc/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT