73 Persen Warga AS Setuju Pemerintahnya Terus Dukung Ukraina

ADVERTISEMENT

73 Persen Warga AS Setuju Pemerintahnya Terus Dukung Ukraina

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 06 Okt 2022 10:55 WIB
Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama enam bulan. Invasi itu mengakibatkan kerusakan parah di di sejumlah kota di Ukraina. Ini penampakannya.
kerusakan di Ukraina akibat serangan Rusia (Foto: AP Photo/Rodrigo
Jakarta -

Hampir tiga perempat warga Amerika mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat harus terus mendukung Ukraina, meskipun ada ancaman Rusia bisa menggunakan senjata nuklir untuk melindungi wilayahnya. Setidaknya demikian menurut jajak pendapat terbaru oleh Reuters/Ipsos.

Dilansir kantor berita Reuters, Kamis (6/10/2022), jajak pendapat yang dirilis pada Rabu (5/10) tersebut menunjukkan dukungan terus-menerus untuk penyediaan sistem senjata, pelatihan dan bantuan militer lainnya dari pemerintahan Presiden Joe Biden untuk pemerintah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, meskipun ada kekhawatiran bahwa perang mungkin meningkat jika Ukraina diberikan senjata jarak jauh yang dapat menghantam Rusia.

Survei online terhadap 1.005 warga Amerika itu menunjukkan bahwa 73% setuju bahwa Amerika Serikat harus terus mendukung Ukraina, meskipun ada peringatan Rusia bahwa mereka dapat menggunakan persenjataan nuklirnya. Baik Demokrat dan Republik setuju, meskipun ada lebih banyak dukungan di antara sesama Demokrat - 81% - daripada Partai Republik - sebesar 66%.

Dalam polling terbaru ini, yang dilakukan 4-5 Oktober, sebanyak 66% responden mengatakan Washington secara khusus harus terus menyediakan senjata ke Ukraina, naik dari 51% dalam jajak pendapat serupa di bulan Agustus lalu.

Pemerintahan Biden telah memberikan bantuan keamanan senilai US$ 16,8 miliar lebih ke Ukraina sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari. Pada hari Selasa (4/10) waktu setempat, Biden menjanjikan paket bantuan senjata baru senilai US$ 625 juta untuk pemerintah Ukraina, termasuk lebih banyak peluncur roket canggih HIMARS yang digunakan dalam serangan balasan Ukraina baru-baru ini, yang memaksa pasukan Rusia mundur.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT