ADVERTISEMENT

Di Jepang, Wapres AS Sebut Perilaku China Mengganggu

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 16:56 WIB
U.S. Vice President Kamala Harris listens during a roundtable discussion at the NAACP National Convention in Atlantic City, New Jersey, U.S., July 18, 2022. REUTERS/Hannah Beier/File Photo
Wakil Presiden AS Kamala Harris (dok. REUTERS/Hannah Beier/File Photo)
Tokyo -

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengecam perilaku China yang disebutnya 'mengganggu' saat menemui tentara-tentara AS yang bertugas di Jepang. Kecaman Harris itu disampaikan setelah pemerintah AS menjanjikan pasukannya akan membantu mempertahankan Taiwan jika diserang China.

"China membahayakan elemen-elemen penting dari tatanan internasional yang berbasis aturan," cetus Harris dalam pernyataan yang disampaikan di hadapan tentara AS yang ditugaskan di Yokosuka, Jepang, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/9/2022).

Yokosuka diketahui menjadi lokasi instalasi Angkatan Laut AS yang terbesar di luar negeri. Kunjungan ke Yokosuka itu dilakukan Harris saat tengah berada di Jepang usai menghadiri pemakaman kenegaraan mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe pada Selasa (27/9) kemarin.

"China memamerkan kekuatan militer dan ekonominya untuk memaksa dan mengintimidasi tetangga-tetangganya. Dan kita telah menyaksikan perilaku yang mengganggu di Laut China Timur dan di Laut China Selatan, dan yang paling terbaru, provokasi di Selat Taiwan," sebut Harris dalam pernyataannya.

Pernyataan dan kunjungan Harris ke kawasan Asia itu dilakukan beberapa hari setelah Presiden AS Joe Biden, dalam wawancara yang ditayangkan pada 18 September, berjanji akan membantu mempertahankan Taiwan dari 'serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya'.

AS menganut kebijakan 'Satu China' yang secara resmi hanya mengakui Beijing, namun mewajibkan pemerintah AS untuk memberikan Taiwan cara untuk mempertahankan wilayahnya. Dalam pernyataannya, Harris menyatakan pasukan AS akan terus beroperasi di kawasan dengan 'tidak gentar dan tidak takut'.

"Kami akan terus menentang setiap perubahan sepihak terhadap status quo," tegasnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT