447 Mayat Digali dari Kuburan Massal Ukraina, Ada Bekas Penyiksaan

ADVERTISEMENT

447 Mayat Digali dari Kuburan Massal Ukraina, Ada Bekas Penyiksaan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 15:23 WIB
Members of Ukrainian Emergency Service carry a body as they work at a place of mass burial during an exhumation, as Russias attack on Ukraine continues, in the town of Izium, recently liberated by Ukrainian Armed Forces, in Kharkiv region, Ukraine September 17, 2022.  REUTERS/Gleb Garanich
Temuan kuburan massal di Izyum, Ukraina, yang direbut kembali dari pasukan Rusia beberapa waktu lalu (dok. REUTERS/Gleb Garanich)
Kiev -

Otoritas Ukraina mengungkapkan sedikitnya 447 mayat telah digali dari kuburan massal yang ditemukan di kota Izyum yang berhasil direbut kembali dari pasukan Rusia beberapa pekan lalu. Dari ratusan mayat itu, puluhan di antaranya memiliki tanda-tanda bekas penyiksaan.

"Di Izyum, penggalian semua mayat di lokasi kuburan massal telah selesai," ucap jaksa wilayah Kharkiv dalam pernyataan via media sosial, seperti dilansir AFP, Sabtu (24/9/2022).

"Selama 16-23 September, sebanyak 447 mayat digali dari lokasi itu," imbuh pernyataan tersebut.

Ditambahkan jaksa wilayah Kharkiv dalam pernyataannya bahwa sebanyak 425 mayat di antaranya merupakan warga sipil, termasuk lima anak-anak, dan sekitar 22 mayat lainnya merupakan tentara Ukraina.

Jaksa wilayah Kharkiv menegaskan semua tindakan yang diperlukan akan diambil 'untuk menetapkan kondisi seputar kematian itu dan menghukum militer Rusia'.

Dalam pernyataan terpisah pada Jumat (23/9) waktu setempat, Gubernur Kharkiv, Oleg Synegubov, melaporkan 436 mayat digali dari kuburan massal di Izyum. Dia menyebut sekitar 30 mayat di antaranya memiliki tanda-tanda penyiksaan pada tubuhnya.

"Sebagian besar dari mayat-mayat itu memiliki tanda-tanda kematian dengan kekerasan, dan 30 di antaranya memiliki tanda-tanda penyiksaan. Ada beberapa mayat dengan tali di leher mereka, dengan tangan terikat, dengan anggota badan yang rusak dan memiliki luka tembak," jelas Synegubov.

"Sejumlah pria diamputasi alat kelaminnya. Semua ini adalah bukti penyiksaan mengerikan yang dilakukan penjajah terhadap penduduk Izyum," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT