ADVERTISEMENT

Dituduh AS Ekspor Senjata ke Rusia, Korea Utara Bantah Keras!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 11:16 WIB
A North Korean flag flies on a mast at the Permanent Mission of North Korea in Geneva October 2, 2014.   REUTERS/Denis Balibouse/File Photo
Ilustrasi bendera Korea Utara (Foto: REUTERS/Denis Balibouse/File Photo)
Jakarta -

Pemerintah Korea Utara (Korut) membantah telah mengekspor senjata ke Rusia. Bantahan ini disampaikan beberapa minggu setelah Amerika Serikat mengatakan Moskow beralih ke Pyongyang untuk mengisi kembali persediaan senjatanya yang habis karena menginvasi Ukraina.

"Kami belum pernah mengekspor senjata atau amunisi ke Rusia sebelumnya dan kami tidak berencana untuk mengekspornya," kata seorang pejabat di Biro Umum Peralatan Kementerian Pertahanan Korut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), dilansir dari AFP, Kamis (22/9/2022).

Pernyataan itu muncul setelah Gedung Putih mengatakan sebelumnya pada awal September lalu, bahwa Rusia membeli peluru artileri dan roket dari Korea Utara untuk mendukung perangnya di Ukraina.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby mengatakan Amerika Serikat percaya pembelian tersebut "dapat mencakup jutaan peluru, roket dan peluru artileri."

Namun, mengutip data intelijen AS, Kirby menekankan bahwa pembelian tersebut belum selesai dan tidak ada indikasi senjata itu digunakan di Ukraina.

Sekutu Moskow, Pyongyang, mengecam Amerika Serikat karena pernyataan itu. Pyongyang mengatakan Washington dan "kekuatan-kekuatan musuh lainnya sedang menyebarkan 'rumor kesepakatan senjata' antara DPRK (singkatan resmi untuk Korut) dan Rusia."

"Kami memperingatkan AS untuk berhenti membuat pernyataan sembrono," kata pejabat di Biro Umum Peralatan Kementerian Pertahanan Korut sambil menekankan negara itu mempertahankan hak untuk mengekspor peralatan militer.

Gedung Putih mengindikasikan bahwa pembelian amunisi artileri dari pemerintah Korea Utara yang terisolasi, serta kesepakatan untuk membeli drone militer dari Iran, menunjukkan bahwa Rusia berada dalam kesulitan, setelah berbulan-bulan sanksi ekonomi dan teknologi Barat yang bertujuan melumpuhkan mesin perangnya.

Simak juga 'Korea Utara Dicurigai Pasok Logistik Persenjataan ke Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT