ADVERTISEMENT

Putin Ancam Pakai Senjata Nuklir, Inggris: Ini Mengerikan!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 16:19 WIB
Russian President Vladimir Putin addresses the nation in the Kremlin in Moscow, Russia, Monday, Feb. 21, 2022. Russias Putin has recognized the independence of separatist regions in eastern Ukraine, raising tensions with West. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
London -

Pemerintah Inggris menilai pidato terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin soal mobilisasi militer parsial ke Ukraina sebagai eskalasi yang mengkhawatirkan. Ancaman yang dilontarkan Putin soal penggunaan senjata nuklir bukan hanya gertakan, menurut Inggris, juga harus dianggap serius.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (21/9/2022), Putin memerintahkan mobilisasi militer pertama Rusia sejak Perang Dunia II dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah.

Dia juga memperingatkan Barat jika terus melanjutkan apa yang disebutnya 'pemerasan nuklir' maka Moskow akan merespons dengan kekuatan persenjataannya yang luas.

"Jelas itu sesuatu yang harus kita anggap dengan sangat serius karena, Anda tahu, kita tidak memegang kendali -- Saya juga tidak yakin dia memegang kendali, sungguh. Ini jelas merupakan sebuah eskalasi," sebut Wakil Menteri Luar Negeri Inggris, Gillian Keegan, dalam pernyataan kepada Sky News.

"Ini mengerikan ... Ini merupakan ancaman serius, tapi ini pernah disampaikan sebelumnya," ucap Keegan dalam pernyataan terpisah kepada BBC.

Dalam pidatonya, Putin menegaskan kembali bahwa tujuannya adalah 'membebaskan' jantung industri Donbas di Ukraina bagian timur. Dia bahkan mengklaim banyak orang di wilayah itu tidak ingin kembali pada apa yang disebut Putin sebagai 'kuk' Ukraina.

"Pidatonya secara keseluruhan jelas lebih merupakan kebohongan Putin, itu menjadi penulisan ulang sejarah," sebut Keegan.

Simak Video: Pernyataan Putin soal Penggunaan Nuklir Bukan Gertakan

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT