ADVERTISEMENT

Taliban Tembak Mati 2 Wanita Saat 'Operasi Pembersihan'

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 20 Sep 2022 22:12 WIB
Bom meledak di sekolah yang berada di lingkungan Syiah di Kabul, Afghanistan. Sedikitnya 6 orang tewas dan 11 lainnya terluka akibat dua ledakan bom di sekolah.
Ilustrasi Taliban (Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Jakarta -

Pasukan Taliban menembak mati dua orang wanita. Peristiwa itu terjadi saat pasukan Taliban melakukan penggeledahan rumah di wilayah Helmand.

Dilansir AFP, Selasa (20/9/2022), Taliban secara rutin melakukan penyisiran keamanan di seluruh negeri. Pasukan Taliban pergi dari rumah ke rumah mencari senjata, penjahat dan pemberontak yang dianggap menentang rezim Taliban.

Peristiwa penambakan dua wanita itu terjadi pada Minggu (18/9) waktu setempat. Saat itu, sekelompok pejuang Taliban menggeledah rumah mereka di Lashkar Gah, ibu kota Helmand.

"Selama operasi tersebut, pasukan Taliban menembakkan senjata mereka ke udara dan melukai seorang wanita," kata ulama setempat Wali Jan.

Dua wanita lain dan seorang kerabat pria memutuskan untuk membawa wanita yang terluka itu ke rumah sakit. Pasukan Taliban kemudian menembak dua wanita itu karena dianggap hendak melarikan diri.

"Melihat mereka melaju kencang, Taliban mengira mereka melarikan diri dengan senjata dan menembaki mobil mereka," kata Wali Jan.

Kepala Departemen Informasi dan Budaya Helmand, Hafiz Rashid, membenarkan insiden tersebut. Dia menyebut dua wanita itu menjadi martir selama operasi pembersihan.

"Dua wanita menjadi martir selama operasi pembersihan di daerah Bost Kala di Lashkar Gah," kata Rashid.

Dalam beberapa hari terakhir, Taliban telah meningkatkan patroli jalanan di Helmand dan Kandahar. Mereka telah membuat penghalang jalan sementara di persimpangan utama di Kandahar, di mana mereka mencari kendaraan secara acak atau memeriksa identitas orang-orang di dalamnya.

Seorang perempuan mengatakan pasukan Taliban menggeledah seluruh ruangan hingga lemari pakaian perempuan. Setelah melakukan penggeledahan pasukan Taliban kemudian pergi meninggalkan lokasi.

"Mereka bahkan menggeledah lemari dan pakaian perempuan. Penggeledahan macam apa ini? Ini salah," kata seorang perempuan warga Kandahar yang rumahnya digeledah pada Selasa oleh kelompok pejuang Taliban yang semuanya laki-laki.

"Mereka menyebarkan segalanya dan pergi," katanya tanpa menyebut nama.

Taliban diketahui telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap perempuan Afghanistan. Mereka telah melarang anak perempuan dari sekolah menengah dan melarang perempuan dari banyak pekerjaan pemerintah.

(dwia/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT