Hukuman Penjara Bagi Bintang Pop Turki Usai Bercanda soal Sekolah Erdogan

ADVERTISEMENT

Hukuman Penjara Bagi Bintang Pop Turki Usai Bercanda soal Sekolah Erdogan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2022 22:57 WIB
FILE - Turkish pop star Gulsen performs during a concert in Aydin, Turkey, March 27, 2022. Gülşen, whose full name is Gulsen Colakoglu, has been arrested Thursday, Aug. 25, 2022, on charges of
Gulsen Colakoglu (Foto: Depo Photos via AP, File)
Ankara -

Bintang pop Turki, Gulsen Colakoglu, dijatuhi hukuman penjara gara-gara bercanda. Colakoglu dipenjara gara-gara melontarkan lelucon soal sekolah keagamaan yang salah satu alumninya ialah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu dan dilansir CNN, Sabtu (27/8/2022), Colakoglu dijerat dakwaan 'menghasut atau menghina publik untuk kebencian dan permusuhan'. Dakwaan itu terkait sebuah video yang beredar luas di media sosial dari konser Colakoglu pada April lalu.

Saat itu, dia melontarkan lelucon soal salah seorang musisi setempat. Dia menyebut nama salah satu sekolah dan mengaitkan dengan sikap mesum.

"Dia lulus dari Imam Hatip (sekolah keagamaan di Turki). Dari situlah sisi mesumnya berasal," ucap Gulsen dalam video itu.

Video itu banyak dibagikan para pengguna Twitter pada Kamis (25/8) waktu setempat dengan tagar menyerukan penangkapan Colakoglu dan menyatakan bahwa mengaitkan sekolah keagamaan dengan mesum merupakan perbuatan yang menyinggung.

Colakoglu dalam tanggapan melalui pengacaranya, Emer Emre, menyangkal telah melakukan tindak kejahatan dan mengajukan banding atas penangkapannya.

Usai ditahan, Colakoglu sempat membagikan pesan via akun Twitter dan Instagram resminya yang isinya meminta maaf kepada 'siapapun yang tersinggung' oleh lelucon itu dan menyebut ucapannya telah dipelintir oleh 'orang-orang jahat yang bermaksud mempolarisasi negara kita'.

"Saya melontarkan lelucon dengan rekan-rekan saya, yang telah bekerja dengan saya selama bertahun-tahun dalam bisnis ini. Video itu dipublikasikan oleh orang-orang yang bermaksud mempolarisasi masyarakat," tulis Colakoglu dalam pesannya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT