Khawatir Serangan Rusia, Warga Ukraina Dilarang Rayakan Kemerdekaan

ADVERTISEMENT

Khawatir Serangan Rusia, Warga Ukraina Dilarang Rayakan Kemerdekaan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 23 Agu 2022 10:58 WIB
Ukrainian President Volodymyr Zelenskiy attends a joint statement with European Commission President Ursula, as Russias invasion of Ukraine continues, in Kyiv, Ukraine June 11, 2022. REUTERS/Valentyn Ogirenko
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (dok. REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Kiev -

Otoritas Ukraina melarang warganya menggelar perayaan meriah Hari Kemerdekaan yang jatuh pada 24 Agustus di tempat-tempat umum. Alasannya, otoritas Kiev mengkhawatirkan ancaman serangan lebih serius dari pasukan Rusia yang terus menginvasi negara itu.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (23/8/2022), otoritas Ukraina menyebut Rusia menembakkan sejumlah roket ke beberapa kota di sebelah utara dan barat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia -- pembangkit nuklir terbesar di kawasan Eropa -- yang kini dikuasai pasukan Moskow.

Serangan artileri dan roket di dekat kompleks PLTN Zaporizhzhia, tepi selatan Sungai Dnipro, telah memicu seruan agar area itu didemiliterisasi. Warga Ukraina yang tinggal dekat PLTN itu menyuarakan kekhawatiran jika serangan mengenai salah satu dari enam reaktor nuklir di sana, yang bisa memicu bencana nuklir.

"Tentu saja, kami khawatir ... itu rasanya seperti duduk di atas tong mesiu," sebut salah satu warga kota Enerhodar, Alexander Lifirenko. Kota Enerhodar kini dikuasai pasukan pro-Moskow.

Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia bisa saja melakukan 'sesuatu yang sangat buruk' menjelang peringatan 31 tahun kemerdekaan Ukraina dari Uni Soviet yang jatuh pada Rabu (24/8) waktu setempat, yang juga menandai setengah tahun invasi Rusia terhadap negara itu.

Ibu kota Kiev jauh dari garis depan pertempuran dan jarang terkena serangan rudal Rusia sejak tentara Ukraina menggagalkan serangan Moskow untuk merebut ibu kota. Namun otoritas Kiev melarang digelarnya acara-acara publik yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan.

Dokumen otoritas Kiev menunjukkan perayaan publik untuk Hari Kemerdekaan Ukraina dilarang mulai Senin (22/8) hingga Kamis (25/8) mendatang, karena kemungkinan adanya rentetan serangan roket terbaru.

Simak video 'Korban Tewas Serangan Rusia di Kharkiv Bertambah Jadi 25 Orang!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT