ADVERTISEMENT

Kanselir Jerman Geram dengan Komentar Presiden Palestina soal Holocaust

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 17:27 WIB
Scholz: Perang Ukraina Dapat Berlangsung Sangat Lama
Kanselir Jerman Foto: DW (News)
Jakarta -

Kanselir Jerman Olaf Scholz geram atas pernyataan Presiden Palestina Mahmud Abbas tentang Holocaust. Apalagi hal itu disampaikan Abbas dalam kunjungan ke Berlin, Jerman.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (17/8/2022), pada konferensi pers bersama dengan Scholz pada hari Selasa (16/8) waktu setempat, Abbas (87) ditanya apakah dia akan meminta maaf atas nama orang-orang bersenjata Palestina yang melakukan penyanderaan di Olimpiade Munich pada tahun 1972 yang berakhir dengan kematian 11 atlet dan pelatih Israel.

Abbas tidak memberikan jawaban langsung melainkan membandingkannya dengan situasi di wilayah Palestina, dan menuduh Israel melakukan "50 pembantaian, 50 Holocaust" terhadap warga Palestina sejak 1947.

"Saya muak dengan pernyataan keterlaluan yang dibuat oleh Presiden Palestina Mahmud #Abbas," tulis Scholz di Twitter.

"Bagi kami orang Jerman khususnya, setiap relativisasi singularitas Holocaust tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima. Saya mengutuk setiap upaya untuk menyangkal kejahatan Holocaust," tulis Kanselir Jerman itu.

Scholz sendiri juga mendapat kecaman karena tidak segera mengutuk pernyataan Abbas pada konferensi pers tersebut, yang langsung berakhir menyusul pernyataan pemimpin Palestina itu.

Di Yerusalem, Perdana Menteri Israel Yair Lapid juga mengutuk pernyataan Abbas.

"Mahmud Abbas menuduh Israel telah melakukan '50 Holocausts' saat berdiri di tanah Jerman bukanlah hanya aib moral, tetapi juga kebohongan yang mengerikan," tulis Lapid di Twitter.

"Enam juta orang Yahudi dibunuh dalam Holocaust, termasuk satu setengah juta anak-anak Yahudi. Sejarah tidak akan pernah memaafkannya."

Ketua Yad Vashem Dani Dayan menggambarkan kata-kata Abbas sebagai "mengerikan".

Dia menambahkan bahwa pemerintah Jerman "harus menanggapi dengan tepat perilaku tak termaafkan" yang dilakukan di wilayah Jerman.

Lihat juga video 'Gencatan Senjata Palestina-Israel, Kelompok Jihad Islam Palestina Kini Lebih Kuat':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT