China Ingatkan AS soal Taiwan: Jangan Remehkan Kemampuan Kami!

ADVERTISEMENT

China Ingatkan AS soal Taiwan: Jangan Remehkan Kemampuan Kami!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 17 Agu 2022 13:32 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
ilustrasi (Foto: AP Photo/Andrew Harnik, File)
Jakarta -

China kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat usai kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan yang memicu kemarahan Beijing.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu (17/8/2022), Duta Besar (Dubes) China untuk AS, Qin Gang mengatakan, kunjungan Pelosi tersebut telah mengobarkan ketegangan regional, dan pemerintahan Presiden Joe Biden tidak boleh meremehkan tekad China dalam masalah ini.

Qin menolak argumen pejabat-pejabat AS bahwa Ketua DPR tersebut bertindak secara independen, terlepas dari Gedung Putih atau bahwa pemerintah AS tidak memiliki kendali atas agenda Ketua DPR yang mengunjungi Taiwan pada awal Agustus lalu. Qin mengatakan bahwa perjalanan Pelosi dan anggota Kongres lainnya telah melanggar perjanjian AS-China yang ada.

"Kami sedang menangani dampak serius dari kunjungan Pelosi," kata Qin kepada wartawan di Washington.

Dia memperingatkan AS untuk tidak "meremehkan tekad kuat, kemampuan pemerintah China dan rakyatnya untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorial."

Qin menyampaikan peringatan itu setelah delegasi kongres AS yang dipimpin oleh Senator Demokrat, Edward Markey dari Massachusetts menyelesaikan kunjungan ke Taiwan selama akhir pekan. Sebelumnya, kunjungan Pelosi ke Taiwan pada awal Agustus lalu telah memicu latihan militer oleh Beijing.

"Selama beberapa dekade terakhir, China telah menentang kunjungan kongres ke Taiwan karena kami percaya bahwa itu melanggar prinsip 'satu China'," kata Qin, merujuk pada kebijakan China bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan bahwa Beijing adalah milik negara. perwakilan tunggal.

Lihat juga video 'Militer Taiwan Gelar Latihan, Waspadai Serangan China':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT