ADVERTISEMENT

Putin Tuduh AS Perpanjang Konflik di Ukraina, Kobarkan Konflik di Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 16:42 WIB
Russian President Vladimir Putin listens to a journalists question during a joint news conference with Hungarys Prime Minister Viktor Orban following their talks in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, Feb. 1, 2022. Putin says the U.S. and its allies have ignored Russias top security demands. In his first comments on the standoff with the West over Ukraine in more than a month, Putin said Tuesday that the Kremlin is still studying the U.S. and NATOs response to the Russian security demands received last week. (Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat (AS) berupaya untuk memperpanjang konflik di Ukraina. Putin juga menuduh Washington DC tengah mengobarkan konflik di wilayah lainnya di dunia, termasuk dengan kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan awal bulan ini.

"Situasi di Ukraina menunjukkan bahwa AS tengah berupaya memperpanjang konflik ini," ucap Putin dalam pidatonya via tautan video saat seremoni pembukaan konferensi keamanan di Moskow, seperti disiarkan televisi setempat dan dilansir AFP, Selasa (16/8/2022).

"Dan mereka bertindak dengan cara yang sama persis, mengobarkan potensi konflik di Asia, Afrika dan Amerika Latin," tuduhnya merujuk pada AS.

"Petualangan Amerika dalam kaitannya dengan Taiwan bukan hanya perjalanan seorang politikus individu yang tidak bertanggung jawab, tapi bagian dari strategi yang disengaja dan secara sadar memicu destabilisasi dan membuat kacau situasi di kawasan dan dunia," sebut Putin.

Dia menyebut kunjungan Pelosi itu sebagai 'pertunjukan kurang ajar dari sikap tidak menghormati kedaulatan negara-negara lain dan kewajiban internasionalnya'.

"Kita melihat ini sebagai provokasi yang direncanakan secara hati-hati," ujar Putin.

Hubungan Rusia dan AS semakin memburuk sejak Moskow mengirimkan pasukannya ke Ukraina pada akhir Februari lalu. Dihantam rentetan sanksi negara-negara Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya, Putin berusaha meningkatkan hubungan dengan negara-negara di Afrika dan Asia, khususnya China.

Ketika Pelosi berkunjung ke Taiwan awal bulan ini, Rusia menunjukkan solidaritas penuh untuk China yang merupakan sekutu pentingnya.

Simak juga Video: Tantangan Putin ke Negara Barat untuk Kalahkan Rusia di Medan Perang!

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT