Media Iran Puji Pelaku Penikaman Novelis Salman Rushdie

ADVERTISEMENT

Media Iran Puji Pelaku Penikaman Novelis Salman Rushdie

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 15:26 WIB
In this file photo taken on September 10, 2018, British author Salman Rushdie poses during a photo session in Paris. - Rushdie, whose controversial writings made him the target of a fatwa that forced him into hiding, was stabbed in the neck by an attacker on stage Friday in western New York state, according to New York State Police. The attacked is in custody. (Photo by JOEL SAGET / AFP)
Salman Rushdie dalam foto tahun 2018 (dok. AFP/JOEL SAGET)

Sosok Rushdie yang dikenal sebagai novelis peraih penghargaan di Barat, juga menjadi sosok kontroversial usai menerbitkan buku keempatnya, sebuah novel, berjudul 'Ayat-ayat Setan' (The Satanic Verses) tahun 1988. Novel itu menuai reaksi keras umat Muslim karena dianggap tidak menghormati Nabi Muhammad SAW.

Rushdie harus hidup dalam persembunyian selama lebih dari 30 tahun terakhir, terutama setelah tahun 1989 -- beberapa bulan usai novel 'Ayat-ayat Setan' terbit -- pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ruhollah Khomeini, mengeluarkan fatwa yang menyerukan umat Muslim untuk membunuh Rushdie.

Fatwa yang dirilis Khomeini itu juga menyerukan pembunuhan terhadap siapapun yang terlibat dalam penerbitan buku itu karena penistaan agama.

Rushdie mulai bisa keluar dari persembunyian akhir tahun 1990-an setelah pemerintah Iran saat itu yang dipimpin Presiden Mohammed Khatami yang beraliran reformis meyakinkan Inggris, yang menjadi tempat tinggal Rushdie selama bertahun-tahun, bahwa Iran tidak akan menerapkan fatwa Khomeini.

Namun tahun 2005, Khamenei yang menjabat pemimpin tertinggi Iran menyatakan dirinya masih meyakini Rushdie seorang murtad, yang pembunuhannya akan diizinkan dalam Islam.

Selain surat kabar Kayhan, mayoritas media Iran menggunakan cara penulisan berita yang sama dengan menyebut Rushdie sebagai 'murtad'. Namun otoritas Iran sendiri belum memberikan komentar resmi soal penikaman Rushdie tersebut.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT