ADVERTISEMENT

Macron Beri Dukungan untuk Novelis Salman Rushdie yang Ditikam

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 14:24 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron (dok. AP Photo/Thibault Camus)
Paris -

Pemimpin dunia menyuarakan kemarahan atas penikaman novelis Salman Rushdie di New York, Amerika Serikat (AS). Salah satunya Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut sosok Rushdie, yang kini dirawat di rumah sakit, sebagai sosok yang mampu 'mewujudkan kebebasan'.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/8/2022), Macron menyatakan dukungannya untuk Rushdie dalam pernyataan via Twitter. Sosok Rushdie menjadi kontroversi usai menerbitkan novel berjudul 'Ayat-ayat Setan' (The Satanic Verses) tahun 1988 silam yang dianggap tidak menghormati Nabi Muhammad SAW.

"Selama 33 tahun, Salman Rushdie telah mewujudkan kebebasan dan perjuangan melawan obskurantisme... Perjuangannya adalah milik kita, perjuangan universal. Lebih dari sebelumnya, kita berada di sisinya," tulis Macron dalam pernyataannya.

Secara terpisah, Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson juga mengomentari penikaman Rushdie di New York pada Jumat (12/8) waktu setempat. Johnson menyatakan dirinya merasa 'ngeri' dengan penyerangan itu.

"Mengerikan bahwa Sir Salman Rushdie ditikam saat mempraktikkan hak yang tidak seharusnya berhenti kita bela," ucap Johnson dalam pernyataan via Twitter.

Diketahui bahwa Rushdie yang sempat lama tinggal di Inggris ini telah dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II atas jasanya dalam bidang sastra tahun 2007 lalu. Pemberian gelar kebangsawanan Inggris itu sempat memicu protes secara luas oleh umat Muslim, khususnya di Pakistan, pada saat itu.

"Saat ini, pikiran saya tertuju pada orang-orang tercintanya. Kita semua berharap dia baik-baik saja," imbuh Johnson.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT