Pria Afghanistan Didakwa Bunuh 2 Pria Muslim di AS

ADVERTISEMENT

Pria Afghanistan Didakwa Bunuh 2 Pria Muslim di AS

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 09:58 WIB
This photo released Tuesday, Aug. 9, 2022, by the Albuquerque Police Department shows Muhammad Syed. Syed, 51, was taken into custody Monday, Aug. 8, 2022, in connection with the killings of four Muslim men in Albuquerque, New Mexico, over the last nine months. He faces charges in two of the deaths and may be charged in the others. (Albuquerque Police Department via AP)
Muhammad Syed didakwa atas pembunuhan dua pria Muslim di Albuquerque, New Mexico, AS (Albuquerque Police Department via AP)

Salah satu dari empat korban pembunuhan itu diidentifikasi sebagai Naeem Hussain (25) yang berasal dari Pakistan. Dia ditemukan tewas pada Jumat (5/8) malam pekan lalu. Jenazah Hussain ditemukan beberapa hari setelah Muhammad Afzaal Hussain (27) dan Aftab Hussein (41) ditemukan tewas. Keduanya juga berasal dari Pakistan dan merupakan jemaah dari masjid yang sama.

Ketiga kasus di atas dicurigai berkaitan dengan pembunuhan seorang pria Muslim lainnya bernama Mohammad Ahmadi (62) pada November tahun lalu di wilayah yang sama. Ahmadi diketahui berasal dari Afghanistan.

Untuk saat ini, sebut Kepolisian Albuquerque, Syed baru didakwa atas pembunuhan Aftab Hussein dan Muhammad Afzaal Hussain karena selongsong peluru yang ditemukan di lokasi kejadian terkait dengan senjata api yang ditemukan di rumahnya.

Namun para penyidik juga mempertimbangkan Syed sebagai tersangka utama dalam pembunuhan Naeem Hussain dan Mohammad Ahmadi. Dakwaan untuk kedua kasus itu belum diajukan oleh jaksa setempat.

Motif Pembunuhan Masih Diselidiki

Soal motif pembunuhan, Kepolisian Albuquerque menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan, termasuk dugaan adanya 'motif pribadi' yang tidak disebutkan.

Ketika ditanya secara spesifik apakah Syed, yang seorang penganut Sunni, marah karena putrinya menikah seorang pria Muslim penganut Syiah, Wakil Komandan Polisi Kyle Hartsock tidak menjawab secara langsung.

"Motifnya masih dieksplorasi sepenuhnya untuk memahami apa itu," ucap Hartsock.

Secara terpisah, Presiden Pusat Islam New Mexico, Ahmad Assed, mengakui bahwa 'ada pernikahan', namun dia memperingatkan untuk tidak mengambil kesimpulan apapun soal motif pembunuhan itu. Assed menyebut Syed rutin datang ke masjid 'dari waktu ke waktu'.

Hubungan yang jelas antara Syed dengan korban-korbannya masih belum jelas. Namun kepolisian menyatakan pihaknya masih terus melanjutkan penyelidikan.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT