ADVERTISEMENT

AS Sebut 80.000 Tentara Rusia Tewas atau Terluka dalam Invasi Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 18:01 WIB
Russian soldiers walk through the debris of the Metallurgical Combine Azovstal, in Mariupol, on the territory which is under the Government of the Donetsk Peoples Republic control, eastern Ukraine, Monday, June 13, 2022. The plant was almost completely destroyed during the siege of Mariupol. This photo was taken during a trip organized by the Russian Ministry of Defense. (AP Photo)
Ilustrasi -- Tentara Rusia di wilayah Ukraina (dok. AP Photo)
Washington DC -

Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) memperkirakan 80.000 tentara Rusia tewas atau mengalami luka-luka di Ukraina sejak invasi dilancarkan Moskow pada akhir Februari lalu.

"Rusia mungkin telah mendapati 70.000 atau 80.000 korban jiwa (tewas dan terluka) dalam waktu kurang dari enam bulan," sebut Wakil Menteri Pertahanan AS Colin Kahl dalam pernyataannya kepada wartawan seperti dilansir AFP, Selasa (9/8/2022).

Kahl menyebutkan pasukan Rusia juga diperkirakan kehilangan sekitar '3.000 hingga 4.000' kendaraan lapis baja dalam pertempuran di Ukraina.

Pasukan Rusia, sebut Kahl, juga diperkirakan mulai kekurangan pasokan rudal presisi, termasuk rudal jelajah yang diluncurkan dari udara maupun lautan, setelah meluncurkan sejumlah besar rudal ke target-target Ukraina sejak awal invasinya pada 24 Februari lalu.

Berbicara kepada wartawan, Kahl menyebut kerugian-kerugian itu 'sangat luar biasa mengingat Rusia tidak mencapai tujuan (Presiden Rusia) Vladimir Putin pada awal perang'.

Dia juga menyatakan bahwa melambatnya pasukan Rusia dalam penggunaan rudal jarak jauh dan rudal presisi terarah menjadi indikator bahwa pasokan mereka mengalami penurunan.

Di sisi lain, Kahl mengakui bahwa Ukraina juga mengalami kerugian signifikan untuk jumlah pasukan di medan pertempuran, namun dia tidak menyebut angkanya.

"Kedua pihak mengalami korban jiwa. Perang ini merupakan konflik konvensional yang paling intensi di Eropa sejak Perang Dunia Kedua," sebutnya. "Tapi Ukraina memiliki banyak keuntungan, di antaranya adalah keinginan mereka untuk bertempur," imbuh Kahl.

Belum ada tanggapan resmi dari Rusia atas laporan Pentagon ini.

Simak juga '200 Pasukan Ukraina Tewas Akibat Serangan Udara Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT