ADVERTISEMENT

Pemimpin Senior Taliban Pakistan Tewas dalam Serangan Bom di Afghanistan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 13:24 WIB
Pakistani soldiers stand guard while stranded people walk towards the Afghan side at a border crossing point, in Chaman, Pakistan, Friday, Aug. 13, 2021. Pakistan opened its Chaman border crossing for people who had been stranded in recent weeks. Juma Khan, the Pakistan border towns deputy commissioner, said the crossing was reopened following talks with the Taliban. (AP Photo/Jafar Khan)
Ilustrasi -- Perbatasan Afghanistan dan Pakistan, yang menjadi wilayah operasional kelompok Taliban Pakistan (dok. AP/Jafar Khan)
Islamabad -

Seorang pemimpin senior dan salah satu pendiri kelompok Taliban Pakistan dilaporkan tewas dalam serangan bom rakitan. Serangan itu terjadi di wilayah Afghanistan yang berbatasan dengan Pakistan.

Seperti dilansir CNN, Selasa (9/8/2022), kelompok Taliban Pakistan, atau yang dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban (TTP), telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh Amerika Serikat (AS). TTP diketahui kini beroperasi baik di wilayah Afghanistan maupun Pakistan, yang berbagi perbatasan darat.

Dituturkan sejumlah sumber TTP kepada CNN bahwa Abdul Wali, yang juga dikenal sebagai Omar Khalid Khorasani, yang merupakan komandan senior mereka telah tewas bersama dua pemimpin TTP lainnya dalam serangan IED atau bom rakitan.

Sumber-sumber TTP menyebut serangan bom rakitan itu terjadi di wilayah Provinsi Paktika, Afghanistan, yang berbatasan dengan Pakistan.

CNN telah menghubungi Kementerian Dalam Negeri Pakistan untuk mengonfirmasi kematian Wali, namun belum menerima jawaban.

Departemen Luar Negeri AS dalam dokumennya menyebut Wali sebagai pemimpin faksi militan yang berafiliasi dengan TTP, yang disebut Jamaat ul-Ahrar (JuA).

Di bawah kepemimpinan Abdul Wali, menurut Departemen Luar Negeri AS, JuA menjadi salah satu jaringan TTP yang paling aktif beroperasi di Provinsi Punjab, Pakistan. JuA juga diketahui mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan teroris mematikan di berbagai wilayah Pakistan.

Salah satunya ledakan saat Minggu Paskah di sebuah taman di Lahore tahun 2016, yang menewaskan sedikitnya 74 orang dan melukai sekitar 362 orang lainnya.

AS diketahui menawarkan imbalan sebesar US$ 3 juta untuk informasi soal Abdul Wali. Belum ada komentar dari Departemen Luar Negeri AS terkait laporan kematian Abdul Wali ini. Kematiannya terjadi saat TTP dan pemerintah Pakistan tengah membahas pembicaraan damai.

Simak Video: Al-Zawahiri Tewas di Kabul, Politisi AS Duga Al-Qaeda Bangkit di Afghanistan

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT