ADVERTISEMENT

Ukraina Gempur Pangkalan Rusia-2 Jembatan Penting di Kherson

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 16:48 WIB
A general view shows the Antonivskyi (Antonovsky) bridge closed for civilians, after it reportedly came under fire during Ukraine-Russia conflict in the Russian-controlled city of Kherson, Ukraine July 27, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Jembatan penting Antonivksyi di Kherson, Ukraina (REUTERS/Alexander Ermochenko)
Kiev -

Serangan jarak jauh yang dilancarkan pasukan Ukraina diklaim berhasil menghantam pangkalan tentara Rusia di wilayah-wilayah yang dikuasai Moskow. Serangan itu juga dilaporkan menghantam dua jembatan penting di atas Sungai Dnipro yang mengalir di wilayah Kherson.

Seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2022), dua jembatan penting itu diketahui menjadi satu-satunya perlintasan yang kini digunakan pasukan Rusia menuju wilayah Ukraina bagian selatan yang didudukinya. Pasukan Moskow diketahui menguasai tepi barat Sungai Dnipro yang luas.

"Hasilnya (serangan itu) cukup besar, menghantam jembatan Antonivskyi dan Kakhovskyi," sebut juru bicara komando militer selatan Ukraina, Natalia Humeniuk.

Dalam pernyataan terpisah, Wali Kota Melitopol Ivan Fedorov menyebut serangan jarak jauh Ukraina dengan sistem rudal canggih HIMARS juga menghantam sejumlah pangkalan militer di wilayah Melitopol yang dikuasai Moskow pada pagi hari.

Fedorov menyebut serangan itu menewaskan beberapa tentara dan menghancurkan perangkat keras. "Menurut perkiraan awal, sejumlah besar peralatan militer hancur," sebutnya.

Reuters tidak bisa memverifikasi secara independen laporan Ukraina itu.

Menteri Pertahanan Ukraina mengatakan dua pekan lalu bahwa 50 depot amunisi Rusia telah dihancurkan dengan peluncur roket multiple HIMARS yang dipasok Amerika Serikat (AS). Diketahui bahwa pasukan Kiev mulai menggunakan HIMARS pada Juni lalu.

Rusia menyatakan pihaknya tengah melancarkan apa yang disebut sebagai 'operasi militer khusus' di Ukraina yang bertujuan memberantas para nasionalis dan melindungi masyarakat yang berbahasa Rusia. Ukraina dan Barat menggambarkan tindakan Rusia sebagai agresi yang tidak beralasan.

Lihat video '200 Pasukan Ukraina Tewas Akibat Serangan Udara Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT