ADVERTISEMENT

PLTN Ukraina Digempur, Zelensky Sebut Rusia Lakukan 'Teror Nuklir'

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 09:33 WIB
A serviceman with a Russian flag on his uniform stands guard near the Zaporizhzhia Nuclear Power Plant in the course of Ukraine-Russia conflict outside the Russian-controlled city of Enerhodar in the Zaporizhzhia region, Ukraine August 4, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo
Ilustrasi -- Personel militer dengan bendera Rusia terpasang di seragamnya berjaga di dekat PLTN Zaporizhzhia (REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo)
Kiev -

Pasukan Rusia dilaporkan kembali menggempur kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, Ukraina, hingga memicu kerusakan pada tiga sensor radiasi dan membuat seorang pekerja terluka. Ini menjadi gempuran kedua Rusia dalam beberapa hari terakhir terhadap fasilitas nuklir terbesar di Eropa itu.

Presiden Volodymyr Zelensky menyebut gempuran pasukan Rusia yang dilancarkan pada Sabtu (6/8) malam waktu setempat itu sebagai 'teror nuklir Rusia', yang memerlukan lebih banyak sanksi-sanksi internasional, khususnya di sektor nuklir Moskow.

"Tidak ada negara di dunia ini yang bisa merasa aman ketika negara teroris menyerang pembangkit nuklir," ucap Zelensky dalam pernyataan terbaru yang disiarkan televisi setempat pada Minggu (7/8) waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2022).

Namun, secara terpisah, otoritas yang ditunjuk Rusia di wilayah tersebut mengklaim pasukan Ukraina lah yang telah menyerang kompleks PLTN Zaporizhzhia dengan sebuah peluncur roket multiple.

Disebutkan otoritas yang ditunjuk Moskow itu bahwa gempuran Ukraina telah memicu kerusakan pada beberapa gedung administratif dan sebuah area di dekat sebuah fasilitas penyimpanan.

Reuters tidak bisa memverifikasi secara independen baik klaim Ukraina maupun Rusia.

Insiden-insiden yang sebelumnya terjadi di kompleks PLTN Zaporizhzhia -- di mana Kiev sebelumnya menuduh Moskow telah menyerang jaringan kabel listrik setempat -- telah memicu kekhawatiran global.

"Ini menggarisbawahi risiko bencana nuklir yang sangat nyata," sebut Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Mariano Grossi, dalam pernyataan bernada peringatan pada Sabtu (6/8) waktu setempat.

Simak Video '200 Pasukan Ukraina Tewas Akibat Serangan Udara Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT