ADVERTISEMENT

Zelensky Serukan Sanksi terhadap Rusia yang Lukai Pekerja Zaporizhzhia

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 14:39 WIB
Jakarta -

Perusahaan tenaga nuklir Ukraina Enerhoatom mengatakan pada hari Minggu (07/08) bahwa seorang pekerja terluka dalam aksi penembakan Rusia terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Melalui Telegram, pihak perusahaan listrik tersebut mengatakan bahwa pada Sabtu (06/08) malam, Rusia telah menembaki fasilitas penyimpanan pembangkit listrik dengan 174 kontainer bahan bakar nuklir bekas yang disimpan di ruangan terbuka.

Sementara itu, para pejabat pro-Rusia menyalahkan militer Ukraina atas kejadian penembakan tersebut. Kedua belah pihak sebelumnya saling menuduh adanya aksi "terorisme nuklir".

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi, sekali lagi mengungkapkan keprihatinannya terhadap keseriusan keselamatan di pabrik pembangkit listrik itu pada akhir pekan kemarin.

Pada hari Jumat (05/08), peluru menghantam kabel listrik tegangan tinggi di fasilitas tersebut. Operator memutuskan satu reaktor sebagai tindakan pencegahan meskipun tidak ada kebocoran yang terdeteksi.

Sekjen PBB beri peringatan keras atas pertempuran di pembangkit nuklir

Setiap serangan terhadap pembangkit nuklir merupakan aksi "bunuh diri," ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan pada Senin (08/08), setelah aksi penembakan menghantam kompleks atom di Ukraina.

Fasilitas Zaporizhzhia merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa. Pada fase awal perang, pasukan Rusia berhasil merebut wilayah pembangkit nuklir Zaporizhzhia tersebut. Namun, pabrik itu terus dipelihara oleh teknisi Ukraina yang bekerja dalam keadaan berbahaya.

Pertempuran yang terjadi pada hari Jumat (05/08) lalu, mendorong PBB untuk memperingatkan adanya "risiko yang sangat nyata dari bencana nuklir."

Zelenskyy menyerukan agar industri nuklir Rusia diberi sanksi

Dilansir dari tautan di akun resmi Twitternya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan sanksi yang ia tujukan pada bahan bakar nuklir dan industri nuklir Rusia, dalam panggilan teleponnya dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.

Dia juga menuliskan bahwa keduanya nampak membahas "situasi di medan perang, khususnya di PLTN Zaporizhzhia," dan menambahkan bahwa, "teror nuklir Rusia layak untuk respons yang lebih kuat dari para komunitas internasional."

Rusia terus memperkuat pasukan di Belarus

Staf Umum Ukraina mengatakan Rusia terus mengirimkan pasukan tambahannya serta teknologi dan peralatan pertahanan udara Rusia ke Belarus. Sementara Belarus belum secara resmi bergabung dalam perang di pihak Rusia.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan tak lama setelah invasi Rusia ke Ukraina bahwa rudalnya telah ditembakkan dari Belarus ke Ukraina. Secara terbatas, Staf Umum Ukraina menjelaskan bahwa Rusia terus menggunakan perang radio-elektronik untuk memperumit pengintaian udara di Ukraina timur dan selatan, di mana pertempuran terus terpusat di wilayah itu.

"Empat kapal induk rudal jelajah berbasis laut siap menggunakan senjata presisi tinggi," ujar penjelasan tersebut. Selain itu, "unit penerbangan dan rudal serta artileri Ukraina terus berpusat menembaki wilayah tenaga kerja, peralatan militer penjajah Rusia, dan gudang dengan amunisi."

"Akibat dari kerugian tersebut, personel musuh di beberapa daerah menolak untuk berperang dan melakukan sabotase," ujar penjelasan terbaru Staf Umum Ukraina.

Wakil administrasi Rusia di Kherson meninggal dunia

Vitaly Gura, wakil kepala administrasi wilayah kekuasaan Rusia di kota Nova Kakhovka di Kherson, meninggal setelah dugaan "upaya pembunuhan," ungkap juru bicara Rusia.

Melalui Telegram, juru bicara Katerina Gubareva mengkonfirmasi bahwa Gura telah "meninggal akibat luka-lukanya."

Kepala administrasi distrik Kakhovka wilayah kekuasaan Rusia Vladimir Leontyev mengatakan kepada Interfax yang dikelola negara Rusia bahwa Gura ditembak dengan senjata otomatis saat dia akan bekerja pada Sabtu (06/08) pagi.

Nova Kakhovka yang dikuasai Rusia terletak 80 kilometer di wilayah timur kota Kherson di sepanjang Sungai Dnieper. Beberapa pejabat yang ditunjuk oleh Moskow di wilayah tersebut telah menjadi sasaran pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir.

Sejak Rusia menguasai wilayah Kherson dan sebagian dari Zaporizhzhia, pejabat pemerintah setempat telah meluncurkan kebijakan Rusifikasi dalam apa yang dapat dilihat sebagai persiapan bagi Rusia untuk mengambil alih wilayah tersebut.

Moskow telah memperkenalkan rubel sebagai mata uang sah dan memulai kebijakan pembagian paspor. Beberapa warga dilaporkan telah diculik atau mengalami kekerasan lainnya.

Tentara Ukraina tengah berusaha untuk merebut kembali Kherson, kota dengan jumlah penduduk sekitar 290.000 orang. Berbagai serangan balasan dalam beberapa pekan terakhir dan memperkuat wilayah telah dilakukan Ukraina, tetapi belum berhasil menembus garis pertahanan Rusia.

Blinken berkunjung ke Afrika dalam upaya melawan pengaruh Moskow

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken telah tiba di Afrika Selatan sebagai destinasi pertama dari total perjalanan tiga negara. Kedatangan merupakan bentuk perlawanan terhadap kunjungan oleh mitranya dari Rusia, Sergey Lavrov, pada bulan lalu ke benua tersebut.

Banyak negara di Afrika, termasuk Afrika Selatan, telah menolak untuk memihak aksi invasi Rusia ke Ukraina. Dalam sebuah pernyataan, Pretoria mengatakan bahwa Blinken akan mengadakan pembicaraan pada hari Senin (08/08) dengan rekannya dari Afrika Selatan, Naledi Pandor, di mana mereka akan "membahas perkembangan yang sedang berlangsung dan terkini yang berkaitan dengan situasi geopolitik global."

Blinken juga akan membuat pengumuman tentang strategi baru hubungan antara Afrika dan Washington, kata pernyataan itu. Blinken juga akan mengunjungi Republik Demokratik Kongo dan Rwanda selama perjalanannya di benua itu.

Menlu Rusia Lavrov juga menggunakan kunjungan empat negaranya di Afrika bulan lalu untuk menghadirkan Rusia sebagai sosok teman bagi negara-negara di benua Afrika yang menentang apa yang ia gambarkan sebagai "pola pikir kolonial" dari banyak negara Barat. Lavrov juga mendorong narasi bahwa bukan invasi Rusia ke Ukraina, melainkan sanksi Barat lah yang bertanggung jawab atas krisis pangan global saat ini.

Empat kapal pasokan makanan berlayar dari pelabuhan Ukraina

Empat kapal kargo berisi 160.000 ton jagung dan makanan lainnya telah berangkat dari pelabuhan Laut Hitam di Ukraina, ujar pejabat di Ukraina dan Turki.

Ekspor biji-bijian dari Ukraina telah dikelola dan diawasi oleh Pusat Koordinasi Gabungan di Istanbul, yang dikelola oleh pejabat Turki, Ukraina, dan Rusia.

Bulan lalu, PBB dan Turki telah membantu menengahi kesepakatan itu di tengah peringatan kelaparan PBB di wilayah-wilayah dunia yang kekurangan pangan akut dan bergantungnya penduduk wilayah tersebut pada bantuan pangan paling besar.

Penghentian pengiriman biji-bijian dari Ukraina menyebabkan harga pangan melonjak di seluruh dunia. Sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, kedua negara bersama-sama menyumbang hampir sepertiga dari ekspor gandum global.

Sabtu (06/08) malam, Pusat Koordinasi Gabungan mengizinkan keberangkatan lima kapal melalui Laut Hitam. Empat kapal diberi izin untuk berlayar dari Chornomorsk dan Odesa dan satu kapal diberi izin untuk berlayar ke Ukraina.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan kapal-kapal yang berangkat dari Ukraina antara lain Glory, yakni kapal bermuatan 66.000 ton jagung yang berlayar menuju Istanbul dan Riva Wind dengan 44.000 ton jagung yang berlayar ke Iskenderun, Turki. Dua kapal lainnya, yakni Star Helena dengan 45.000 ton makanan tujuan Cina dan Mustafa Necati dengan 6.000 ton minyak bunga matahari tujuan Italia.

Intelijen Inggris menunjukkan tingginya biaya perang Rusia

Dalam pertemuan harian terbaru intelijen pertahanannya, Inggris menunjukkan tingginya biaya perang bagi angkatan bersenjata Rusia, sebagaimana dibuktikan dengan pemecatan setidaknya enam pejabat senior pertahanan Rusia sejak perang dimulai.

"Para komandan Distrik Militer Timur dan Barat Rusia kemungkinan besar kehilangan komando mereka," kata pejabat pertahanan Inggris. "Pemecatan ini diperparah oleh setidaknya 10 Jenderal Rusia yang terbunuh di medan perang di Ukraina. Efek kumulatif pada konsistensi komando kemungkinan berkontribusi pada kesulitan taktis dan operasional Rusia," tambahnya.

kp/hp (AP, AFP, dpa, Reuters)

Simak video '200 Pasukan Ukraina Tewas Akibat Serangan Udara Rusia':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT