ADVERTISEMENT

China Setop Komunikasi Militer: AS Harus Tanggung Konsekuensi Serius!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 13:59 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Ilustrais -- Bendera AS dan China dikibarkan saat Presiden Xi Jinping berkunjung ke Gedung Putih tahun 2015 lalu (AP Photo/Andrew Harnik, File)
Beijing -

Kementerian Pertahanan China membela keputusannya menghentikan pembicaraan militer dengan Amerika Serikat (AS) untuk memprotes kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu. Beijing memperingatkan bahwa Washington DC harus menanggung 'konsekuensi serius'.

Seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2022), kunjungan Pelosi memicu memicu kemarahan China, yang merespons dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik dalam latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan. Otoritas China juga memutuskan saluran dialog dengan AS.

"Situasi tegang di Selat Taiwan saat ini sepenuhnya diprovokasi dan diciptakan oleh pihak AS atas inisiatifnya sendiri, dan pihak AS harus memikul tanggung jawab penuh dan konsekuensi serius atas ini," tegas juru bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian dalam pernyataannya.

"Dasarnya tidak boleh dirusak, dan komunikasi membutuhkan ketulusan," imbuh Wu.

Latihan militer besar-besaran yang digelar China sejak Kamis (4/8) lalu dijadwalkan berakhir pada Minggu (7/8) siang. Otoritas China belum mengonfirmasi secara resmi bahwa latihan yang digelar di perairan sekitar Taiwan itu telah berakhir.

Ketegangan terpantau di Selat Taiwan, khususnya dekat garis median yang memisahkan sisi perairan China dan Taiwan. Pada Minggu (7/8) waktu setempat, sumber menyebut sekitar 10 kapal perang masing-masing dari China dan Taiwan saling berlayar dalam jarak berdekatan di sekitar garis median Selat Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyebut kapal-kapal perang, pesawat militer, dan drone China melakukan simulasi perang terhadap wilayahnya dan Angkatan Lautnya. Disebutkan juga bahwa Taipei mengirimkan sejumlah pesawat tempur dan kapal perang untuk memberikan reaksi 'secara tepat'.

Simak video 'Militer China Makin Sibuk di Sekitar Taiwan, AS Geram!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT