ADVERTISEMENT

Panas! Kapal Perang China-Taiwan Saling Membayangi di Selat Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 11:41 WIB
Taipei -

Kapal-kapal perang China dan Taiwan berlayar dalam jarak yang sangat dekat dan saling membayangi di perairan Selat Taiwan pada Minggu (7/8) waktu setempat. Aktivitas ini terpantau saat China segera mengakhiri latihan besar-besaran untuk merespons kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2022), kunjungan Pelosi ke Taipei pekan lalu memicu kemarahan Beijing, yang merespons dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik untuk pertama kalinya hingga mengudara di atas Pulau Taiwan dalam uji coba pada latihan itu. China juga memutus saluran komunikasi untuk bidang-bidang tertentu dengan AS.

Seorang sumber yang memahami persoalan itu mengatakan bahwa sekitar 10 kapal perang, masing-masing dari China dan Taiwan, berlayar dalam jarak sangat dekat di perairan Selat Taiwan, dengan beberapa kapal perang Beijing melintasi garis median -- perbatasan tidak resmi yang memisahkan Selat Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya menyebut beberapa kapal militer, pesawat tempur dan drone China melakukan simulasi serangan terhadap wilayah Taiwan dan Angkatan Lautnya. Disebutkan juga bahwa militer Taiwan mengerahkan sejumlah pesawat tempur dan kapal perangnya untuk memberikan reaksi 'secara tepat.

Dalam pernyataan lanjutan pada Minggu (7/8) waktu setempat, Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan pihaknya mendeteksi 14 kapal perang China dan 66 pesawat militer China di dalam dan sekitar perairan Selat Taiwan.

Ketika pasukan China 'menekan' garis median itu, seperti yang dilakukan Beijing pada Sabtu (6/8) waktu setempat, menurut sumber itu, pihak Taiwan tetap memantau secara erat dan mencegah militer China melanggar garis median itu.

Sumber tersebut menyebut manuver yang dilakukan kapal-kapal perang China dan Taiwan di laut lepas itu bagaikan permainan 'kucing dan tikus'.

"Kedua pihak menunjukkan sikap menahan diri," sebut sumber itu. "Satu pihak berupaya melintas, dan pihak lainnya menghalangi dan memaksa mereka ke posisi yang lebih tidak menguntungkan dan pada akhirnya kembali ke sisi lainnya," imbuh sumber tersebut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT