Seperti dilansir AFP, Senin (1/8/2022), Washington DC telah menegaskan bahwa latihan itu tidak ditujukan untuk negara manapun meskipun ada kekhawatiran yang berkembang soal peningkatan agresivitas China di Pasifik. Disebutkan juga oleh AS bahwa latihan gabungan kali ini akan lebih besar dari sebelumnya.
Sedikitnya 4.000 tentara Indonesia dan AS akan bergabung dengan pasukan-pasukan militer dari Australia dan Singapura, juga Jepang -- yang berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam latihan gabungan tahunan ini.
Latihan militer gabungan bernama 'Super Garuda Shield' ini digelar di Sumatra dan Kepulauan Riau mulai Senin (1/8) waktu setempat.
"Ini benar-benar latihan untuk membangun kepercayaan, membangun kebersamaan, saling pengertian, meningkatkan kemampuan dan hal-hal terkait lainnya," ucap Mayor Jenderal Stephen Smith selaku komandan pasukan AS yang ikut latihan ini.
"Jadi ini benar-benar latihan militer dan bukan ancaman bagi pihak manapun," tegasnya kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (29/7) lalu.
Latihan gabungan ini akan berlangsung hingga 14 Agustus mendatang, dengan mencakup latihan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Marinir.
Seremoni pembukaan dengan dihadiri semua negara yang berpartisipasi akan digelar pada Rabu (3/8) mendatang.
Beberapa negara seperti Kanada, Prancis, India, Malaysia, Korea Selatan, Papua Nugini, Timor Lesta dan Inggris akan ikut berpartisipasi sebagai negara pemantau. (nvc/ita)











































