Dipimpin KSAL, TNI AL Akan Latihan Perang Garuda Shield Bareng AS-Australia

ADVERTISEMENT

Dipimpin KSAL, TNI AL Akan Latihan Perang Garuda Shield Bareng AS-Australia

Khairul Ma'rif - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 16:11 WIB
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (tengah) (Khairul/detikcom)
Tangerang -

TNI Angkatan Laut (AL) akan menggelar latihan perang Garuda Shield bersama beberapa negara sahabat. Latihan perang itu akan dipimpin langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

"Garuda Shield kita menyerahkan nanti sekitar 4 kapal, 1 Landing Platform Dock (LPD), dan 1 kompi marinir dengan kendaraan tempurnya (ranpur), nanti saya langsung yang memimpin, khususnya untuk peperangan lautnya. Nanti akan kita lakukan pendaratan di Dabo Singkep. Gabungan Singapura, Amerika Serikat, dan Australia," kata Yudo kepada wartawan di Pantai Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (26/7/2022).

Yudo membeberkan alasan hanya menurunkan satu kompi pasukan marinir dalam latihan perang gabungan itu. Menurutnya, jumlah personel yang diturunkan sesuai dengan permintaan negara-negara yang mengikuti latihan.

"Tapi karena ini gabungan dan ini merupakan awal latihan, sehingga dalam komposisi terbatas dulu. Ini multilateral karena ada Singapura, ada Amerika, ada Australia, ada kita," ucapnya.

Dia menyebut kegiatan itu akan dilakukan pada 4 Agustus 2022 dengan diawali praserbuan sehari sebelumnya, yaitu 3 Agustus. Menurutnya, tidak ada formasi khusus dalam latihan gabungan tersebut.

"Kalau latihan operasi laut pasti seperti ini, tinggal nanti terserah mau formasi apa untuk menghadapi serangan udara, serangan atas air, ataupun serangan bawah air. Tidak bisa disampaikan kalau itu (formasi khusus), itu kan taktik kita. Bersama dengan yang lain nanti pasti terbuka," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Yudo juga mengungkap terkait pertemuannya dengan KSAL Australia yang baru, Laksamana Madya (Laksdya) Mark Hammond. Menurutnya, Hammond berkunjung ke Indonesia saat itu karena dianggap sebagai mitra strategis.

"Kemarin hanya kunjungan persahabatan. Kita sepakat meneruskan program-program yang sudah terencana di dalam navy to navy talk," imbuhnya.

(fas/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT