ADVERTISEMENT

Putin Tegaskan AS-NATO Jadi Ancaman Utama Keamanan Rusia!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 10:16 WIB
Russias President Vladimir Putin, Defence Minister Sergei Shoigu and head of the Russian navy Admiral Nikolai Yevmenov attend a parade marking Navy Day in Saint Petersburg, Russia July 31, 2022. REUTERS/Maxim Shemetov
Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato dalam peringatan Hari Angkatan Laut pada Minggu (31/7) di St Petersburg (REUTERS/Maxim Shemetov)
Moskow -

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Amerika Serikat (AS) dan NATO sebagai ancaman utama bagi keamanan nasional Rusia dalam peringatan Hari Angkatan Laut Rusia yang digelar di St Petersburg. Pada momen itu, Putin juga menandatangani doktrin Angkatan Laut terbaru yang menetapkan AS sebagai rival utama Rusia.

Doktrin itu juga mengatur soal ambisi maritim global Rusia untuk area-area krusial, seperti Arktik dan Laut Hitam. Demikian seperti dilansir Reuters dan I, Senin (1/8/2022).

Usai menginspeksi Angkatan Laut Rusia pada Minggu (31/7) waktu setempat, Putin menyampaikan pidato singkat di mana dia membahas soal rudal jelajah hipersonik Zircon yang unik buatan Moskow dan memperingatkan bahwa Rusia memiliki kekuatan militer untuk mengalahkan setiap agresor potensial.

Sesaat sebelum berpidato, Putin menandatangani doktrin Angkatan Laut setebal 55 halaman yang menetapkan tujuan strategis yang luas bagi Angkatan Laut Rusia, mencakup ambisi sebagai 'kekuatan maritim besar' yang meluas ke seluruh dunia.

Disebutkan secara jelas dalam doktrin itu bahwa 'tantangan dan ancaman utama' bagi keamanan nasional dan pembangunan Rusia adalah 'kebijakan strategis AS untuk mendominasi lautan dunia' dan pergerakan infrastruktur militer dari aliansi NATO ke dekat perbatasan Rusia.

Doktrin itu juga menyebutkan bahwa Rusia bisa saja menggunakan kekuatan militernya secara tepat untuk menghadapi situasi di lautan dunia, jika kekuatan lunak lainnya, seperti alat diplomatik dan ekonomi, telah dikerahkan dan gagal.

Diakui dalam doktrin itu bahwa Rusia tidak memiliki pangkalan laut yang cukup secara global. Prioritas Rusia, menurut doktrin itu, adalah mengembangkan kerja sama Angkatan Laut yang strategis dengan India, juga kerja sama yang lebih luas dengan Iran, Irak, Arab Saudi dan negara-negara lainnya di kawasan.

"Dipandu oleh doktrin ini, Federasi Rusia akan secara teguh dan secara tegas membela kepentingan nasionalnya di lautan dunia, dan memiliki kekuatan maritim yang cukup akan menjamin keamanan dan perlindungan," demikian disampaikan dalam doktrin Angkatan Laut Rusia itu.

Simak juga video 'Bertemu Putin-Raisi, Erdogan Minta Bantuan Lawan Teroris di Suriah':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT