Jarang-jarang, DK PBB Kutuk Junta Myanmar Usai Eksekusi Mati 4 Napi

ADVERTISEMENT

Jarang-jarang, DK PBB Kutuk Junta Myanmar Usai Eksekusi Mati 4 Napi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 12:53 WIB
Aktivis pro-demokrasi Myanmar, Kyaw Min Yu (kiri) dan mantan anggota DPR Phyo Zeya Thaw (kanan) bakal menjadi dua orang yang dieksekusi mati pertama kali dalam dekade ini. (AFP)
Foto: Aktivis pro-demokrasi Myanmar, Kyaw Min Yu (kiri) dan mantan anggota DPR Phyo Zeya Thaw (kanan) bakal menjadi dua orang yang dieksekusi mati pertama kali dalam dekade ini. (AFP)
Jakarta -

Dewan Keamanan PBB kompak mengutuk eksekusi mati empat tahanan oleh junta Myanmar.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (28/7/2022), dalam konsensus yang jarang terjadi mengenai krisis Myanmar pasca-kudeta, Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (27/7) waktu setempat merilis sebuah pernyataan yang mengutuk eksekusi mati tersebut, dan menyerukan pembebasan segera pemimpin terguling Aung San Suu Kyi.

"Anggota Dewan Keamanan mengutuk eksekusi oleh militer Myanmar terhadap aktivis oposisi selama akhir pekan," demikian pernyataan DK PBB.

Pernyataan itu didukung oleh Rusia dan China - dua sekutu utama junta Myanmar yang sebelumnya melindungi negara itu di PBB - serta negara tetangga India.

Pernyataan DK PBB ini disambut oleh pemerintah bayangan Pemerintah Persatuan Nasional" (NUG) yang didominasi oleh anggota parlemen dari partai terguling Aung San Suu Kyi.

"Selamat datang Dewan Keamanan PBB mengutuk eksekusi aktivis demokrasi," tulis NUG di akun Twitter terverifikasi.

Sudah waktunya bagi dewan untuk "mengambil tindakan nyata melawan junta", tambahnya.

NUG telah bekerja untuk menggulingkan junta Myanmar dan dinyatakan sebagai organisasi "teroris" oleh junta.

Eksekusi mati yang diumumkan pada Senin (25/7) lalu telah memicu kecaman dari seluruh dunia. Eksekusi mati tersebut adalah yang pertama kalinya terjadi di Myanmar dalam puluhan tahun terakhir.

Di antara empat napi yang dieksekusi mati adalah Phyo Zeya Thaw, mantan anggota parlemen dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi dan aktivis demokrasi veteran Kyaw Min Yu, yang lebih dikenal sebagai "Jimmy".

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT