ADVERTISEMENT

Kata ASEAN soal Junta Myanmar Eksekusi Mati 4 Napi: Sangat Tercela!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 14:04 WIB
Ilustrasi Napi di Penjara
Ilustrasi (dok. detikcom/Edi Wahyono)
Phnom Penh -

Negara-negara tetangga Myanmar yang tergabung dalam Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) memberikan teguran keras atas eksekusi mati oleh junta militer terhadap empat aktivis politik setempat. ASEAN menyebut eksekusi mati itu 'sangat tercela' dan merusak upaya regional untuk meredakan krisis.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (26/7/2022), ASEAN yang beranggotakan 10 negara termasuk Myanmar, menyatakan 'sangat terganggu dan sangat sedih oleh eksekusi tersebut', juga waktu pelaksanaannya yang hanya sepekan sebelum pertemuan ASEAN digelar.

"Sementara kompleksitas krisis telah diakui dengan baik dan suasana permusuhan ekstrem bisa dirasakan dari seluruh penjuru Myanmar, ASEAN sebagai keseluruhan menyerukan untuk menahan diri sepenuhnya," tegas Kamboja yang menjadi Ketua ASEAN tahun ini dalam pernyataan yang luar biasa kuat.

"Pelaksanaan hukuman mati hanya sepekan sebelum pertemuan tingkat menteri ASEAN ke-55 sangatlah tercela," imbuh pernyataan itu.

Disebutkan juga oleh Kamboja bahwa eksekusi mati itu menunjukkan 'kurangnya kemauan' dari junta militer Myanmar untuk mendukung rencana perdamaian ASEAN yang didukung Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Junta militer Myanmar yang berkuasa usai melancarkan kudeta tahun lalu, mengumumkan via media pemerintah pada Senin (25/7) waktu setempat bahwa pihaknya telah mengeksekusi empat aktivis karena membantu 'aksi teror' oleh gerakan perlawanan sipil. Ini menjadi eksekusi mati pertama di Myanmar dalam beberapa dekade terakhir.

Eksekusi mati itu memicu kemarahan internasional, dengan Amerika Serikat (AS), Inggris, Australia, Uni Eropa dan sejumlah pejabat senior PBB menuduh junta militer Myanmar telah melakukan kekejaman.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT