ADVERTISEMENT

Jatuh Bangun Boris Johnson Selama 3 Tahun Menjabat PM Inggris

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 18:30 WIB
British Prime Minister Boris Johnson speaks during Prime Ministers Questions at the House of Commons in London, Britain July 6, 2022. UK Parliament/Jessica Taylor/Handout via REUTERS THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. IMAGE MUST NOT BE ALTERED.
PM Inggris Boris Johnson (UK Parliament/Jessica Taylor/Handout via REUTERS)
London -

Boris Johnson hanya bertahan selama tiga tahun sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris setelah dia nantinya secara resmi mengumumkan pengunduran diri sebagai pemimpin Partai Konservatif. Selama tiga tahun itu, pemerintahan Johnson diwarnai berbagai skandal dan peristiwa yang membuatnya jatuh bangun.

Seperti dilansir AFP, Kamis (7/7/2022), Johnson dilaporkan akan mengumumkan pengunduran diri sebagai pemimpin Partai Konservatif yang kini berkuasa di Inggris pada Kamis (7/7) waktu setempat. Hal itu akan membuka jalan bagi sosok baru menggantikan Johnson sebagai PM Inggris.

Diketahui bahwa ketua partai yang berkuasa di Inggris secara otomatis akan menjabat sebagai PM Inggris. Laporan editor politik BBC, Chris Mason, menyebut Johnson untuk sementara waktu akan tetap menjabat sebagai PM Inggris hingga ketua baru Partai Konservatif terpilih pada musim gugur nanti.

Beberapa bulan ini, Johnson selalu menolak untuk mundur meski pemerintahan semakin dilemahkan oleh berbagai skandal. Dia juga berhasil lolos dari voting mosi tidak percaya yang digelar Partai Konservatif dalam parlemen Inggris beberapa waktu lalu.

Menengok ke belakang, nama Johnson semakin mencuat sejak dia menjadi salah satu tokoh utama di balik kampanye referendum Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa tahun 2016 lalu.

Dengan kemenangan kubu pendukung Brexit, Johnson yang sempat menjabat Wali Kota London ini masuk dalam jajaran pemerintahan sebelum akhirnya menggantikan Theresa May sebagai Ketua Partai Konservatif dan menjabat PM Inggris.

Berikut riwayat perjalanan Johnson sebagai PM Inggris sejak awal menjabat hingga akhirnya dilaporkan akan mundur:

- Juli 2019: Kemenangan Penuh

Setelah Theresa May mundur sebagai PM Inggris, Johnson yang saat itu merupakan tokoh Brexit terpilih menjadi ketua baru Partai Konservatif pada Juli 2019 usai meraup kemenangan telak atas Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt.

Johnson kemudian ditunjuk menjadi PM Inggris oleh Ratu Elizabeth II dan menjanjikan proses cepat untuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

- Januari 2020: Pahlawan Brexit

Johnson memenangkan mayoritas 80 kursi dalam pemilu Desember 2019, yang memungkinkan dia untuk mencapai kesepakatan perceraian Brexit melalui parlemen.

Pada 31 Januari 2020, sekitar 3,5 tahun usai referendum Brexit, Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa.

- Maret 2020: Pandemi COVID-19 Melanda

Saat virus Corona (COVID-19) menyebar ke seluruh dunia, Johnson mengumumkan lockdown secara luas di seluruh Inggris pada 23 Maret.

Empat hari kemudian, Johnson mengonfirmasi dirinya positif Corona dan mengalami gejala ringan. Pada 5 April, dia dilarikan ke rumah sakit dan keesokan harinya dirawat di unit perawatan intensif. Setelah sembuh, Johnson mengucapkan terima kasih pada dua perawat imigran yang menyelamatkan nyawanya.

Lihat juga video '5 Menterinya Mundur, PM Inggris Ditertawakan Para Anggota Parlemen':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT