ADVERTISEMENT

PM Boris Johnson Akan Mundur, Oposisi Inggris: Kabar Baik untuk Negara!

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 16:33 WIB
Prime Minister Boris Johnson in 10 Downing Street, London, ahead of talks with Prime Minister of Kurdistan, Masrour Barzani Tuesday April 19, 2022. (Daniel Leal/pool photo via AP)
PM Inggris Boris Johnson (dok. Daniel Leal/pool photo via AP)
London -

Partai Buruh yang menjadi oposisi pemerintahan Inggris menyambut baik rencana pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Boris Johnson. Partai Buruh menegaskan Inggris kini membutuhkan 'perubahan pemerintahan yang tepat'.

Seperti dilansir AFP dan media Inggris, Metro.co.uk, Kamis (7/7/2022), Ketua Partai Buruh Keir Starmer dalam tanggapannya menyebut kabar pengunduran diri Johnson itu sebagai 'kabar baik untuk negara'.

Johnson diketahui sempat menolak untuk mundur dan menegaskan akan tetap bertahan untuk menjalankan tugasnya sebagai PM Inggris meskipun desakan mundur mencuat dari para kolega politiknya. Dia menyatakan akan fokus pada 'masalah yang sangat penting yang dihadapi negara'.

"Tugas seorang Perdana Menteri dalam situasi sulit ketika Anda telah diberi mandat besar adalah untuk terus lanjut dan itulah yang akan saya lakukan," kata Johnson kepada para anggota Parlemen Inggris pada Rabu (6/7) waktu setempat.

Pada Kamis (7/7) waktu setempat, laporan editor politik media terkemuka Inggris, BBC, Chris Mason, menyebut Johnson sepakat mundur sebagai ketua Partai Konservatif, namun untuk sementara waktu akan tetap menjabat sebagai PM Inggris hingga ketua baru Partai Konservatif terpilih pada musim gugur nanti.

Dijelaskan Mason lebih lanjut bahwa pemilihan ketua baru Partai Konservatif akan digelar musim panas ini dan pemenangnya akan menggantikan Johnson pada Oktober mendatang.

Downing Street atau kantor PM Inggris dalam pernyataan yang dirilis usai laporan BBC mencuat, menyatakan Johnson akan 'menyampaikan pernyataan kepada negara' pada Kamis (7/7) siang waktu setempat.

Simak Video '5 Menterinya Mundur, PM Inggris Ditertawakan Para Anggota Parlemen':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT