ADVERTISEMENT

5 Skandal Pemicu Mundurnya PM Inggris Boris Johnson

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 17:20 WIB
PM Inggris Boris Johnson menjanjikan ekonomi akan meroket setelah Brexit
Foto: PM Inggris Boris Johnson (Leon Neal/Getty Images)
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dilaporkan akan mengundurkan diri sebagai pimpinan Partai Konservatif hari ini. Dengan pengunduran itu, kepemimpinan Johnson sebagai Perdana Menteri pun akan segera berakhir.

Dilansir dari BBC, Kamis (7/7/2022), Johnson akan menyampaikan pengunduran dirinya hari ini. Johnson juga dilaporkan akan menjabat sebagai Perdana Menteri hanya sampai musim gugur nanti atau hingga Partai Konservatif memilih pemimpin yang baru.

Pengunduran diri Johnson ini menyusul desakan mundur dari para koleganya di partai Tory atau Partai Konservatif yang kini berkuasa di Inggris. Keputusan untuk mundur ini juga diambil Johnson setelah puluhan menteri dan pejabat di kabinetnya secara berjemaah mengundurkan diri.

Kendati demikian, sebelumnya Johnson menegaskan akan tetap bertahan untuk menjalankan tugasnya sebagai PM Inggris meskipun desakan mundur mencuat dari para kolega politiknya. Dia menyatakan akan fokus pada 'masalah yang sangat penting yang dihadapi negara'.

Lantas, apa yang memicu desakan mundur terhadap Johnson?

Ada sejumlah skandal yang memicu desakan mundur kepada Johnson. Bahkan, mosi tidak percaya juga sempat dilakukan untuk menyingkirkan Johnson dari kursi Perdana Menteri. Namun, Johnson menang atas mosi tidak percaya itu, meski 41 persen anggota parlemen tidak mendukungnya.

Berikut skandal-skandal di sekeliling Johnson:

1. Chris Pincher Terseret Skandal Pelecehan Seks

Puncak es desakan mundur terhadap Johnson berawal dari skandal kasus pelecehan seksual yang dilakukan koleganya di Partai Konservatif, Chris Pincher. Pincher pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Perumahan di Kabinet Johnson.

Pincher kemudian ditunjuk Johnson untuk menduduki kursi Deputy Chief Whip di awal 2022, posisi yang sangat penting untuk mengatur kontribusi partai di parlemen.

Pada awal Juli ini, Pincher diselidiki oleh badan pengawas parlemen terkait tuduhan pelecehan seksual. Dia dilaporkan meraba-raba dua pria saat dirinya dalam keadaan mabuk di sebuah klub pribadi.

Pincher pun kemudian mengajukan pengunduran diri. Dalam surat pengunduran dirinya, dia mengaku saat itu tengah mabuk dan membuat malu dirinya sendiri. Namun, Johnson menolak untuk menskorsnya dari partai dengan mengatakan masalah itu sudah selesai. Hal itu berarti Pincher tetap menjadi anggota parlemen Partai Tory.

Juru bicara Johnson kemudian menyampaikan bahwa sang Perdana Menteri tidak mengetahui tuduhan-tuduhan yang dilakukan terhadap Pincher saat mempromosikan koleganya itu. Johnson juga kemudian meminta maaf telah menunjuk Pincher.

Kendati demikian, tuduhan ini bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2012, Pincher dituduh melakukan hal yang tidak diinginkan oleh seorang pemuda. Kemudian pada tahun 2013, mantan peneliti parlemen juga menuding Pincher pernah mengancamnya akan dilaporkan ke bosnya setelah dia meminta anggota Partai Konservatif itu untuk berhenti melecehkan pria muda.

Pada 2017, seorang mantan atlet dan politikus Partai Konservatif juga menudingnya melakukan pelecehan seksual. Selanjutnya, pada tahun 2018, seorang anggota parlemen mengaku menerima tindakan fisik yang tidak diinginkan dari Pincher di kantornya.

Tudingan pelecehan seksual kepada Pincher itu terus bermunculan hingga tahun ini, yang kemudian memicu pengunduran diri massal di kabinet Johnson.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video '5 Menterinya Mundur, PM Inggris Ditertawakan Para Anggota Parlemen':

[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT