ADVERTISEMENT

Eks Presiden Rusia Ancam Perang Nuklir Jika Moskow Dihukum ICC!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 17:33 WIB
Deputy Chairman of Russias Security Council Dmitry Medvedev attends a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Ekaterina Shtukina/Pool via REUTERS
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, yang juga mantan Presiden Rusia (dok. Sputnik/Ekaterina Shtukina/Pool via REUTERS)
Moskow -

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyerukan kemungkinan terjadinya perang nuklir jika Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengambil langkah untuk menghukum Moskow atas dugaan kejahatan perang di Ukraina. ICC diketahui tengah menyelidiki dugaan kejahatan perang dalam invasi ke Ukraina.

"Gagasan untuk menghukum sebuah negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar sungguh-sungguh absurd," sebut Medvedev, yang merupakan sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, dalam pernyataan via Telegram, seperti dilansir AFP, Rabu (6/7/2022).

"Dan berpotensi menciptakan ancaman terhadap keberadaan umat manusia," tegasnya.

Medvedev yang menjabat Presiden Rusia periode tahun 2008-2012, sekarang menjabat sebagai Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia.

Lebih lanjut, dia menuduh Amerika Serikat (AS) ingin menempatkan Rusia di hadapan pengadilan internasional, sementara AS sendiri tidak pernah menghadapi hukuman atas perang yang dipicunya sendiri, yang menurut Medvedev, telah menewaskan 20 juta kematian di seluruh dunia.

"Seluruh sejarah Amerika, mulai dari penindasan orang-orang India, adalah perang berdarah untuk pemusnahan," sebut Medvedev merujuk pada penduduk asli Amerika.

Sejak Putin memerintahkan pengiriman tentara Rusia ke Ukraina pada 24 Februari lalu, Medvedev secara rutin menyampaikan pernyataan dan melontarkan komentarnya via media sosial untuk menyerang negara-negara Barat dan pihak-pihak yang kritis terhadap Moskow.



Simak Video "Menlu Rusia Bicara Kemungkinan Perang Nuklir"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT