ADVERTISEMENT

Menlu Rusia Serukan Upaya untuk Lindungi Hukum Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 13:50 WIB
Russian Foreign Minister Sergei Lavrov gives a press conference after meeting Ukraines Foreign Minister for talks in Antalya, on March 10, 2022, 15 days after Russia launched a military invasion on Ukraine. - Russian and Ukrainian foreign ministers are in Turkey to hold face-to-face talks in the first high-level contact since the invasion. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Foto: Menlu Rusia Sergei Lavrov (AFP/OZAN KOSE)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada hari Rabu (6/7) meminta semua pihak di dunia melakukan upaya untuk melindungi hukum internasional karena "dunia berkembang dengan cara yang rumit".

Lavrov berbicara melalui penerjemah pada pertemuan dengan Menlu Vietnam Bui Thanh Son di Hanoi.

Dilansir dari kantor berita Reuters, Rabu (6/7/2022), hal itu disampaikan Lavrov saat Rusia dituduh oleh negara-negara Barat melanggar hukum internasional melalui invasinya ke Ukraina. Para pemimpin Uni Eropa telah mendesak Moskow untuk mematuhi perintah pengadilan internasional yang meminta Rusia untuk mundur dari Ukraina.

"Vietnam adalah mitra utama (Rusia) di ASEAN ... dan hubungan kedua negara didasarkan pada sejarah dan perjuangan bersama mereka untuk keadilan," kata Lavrov pada pertemuan itu, merujuk pada Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara.

Vietnam dan Rusia memiliki hubungan dekat sejak era Uni Soviet. Sejauh ini, Hanoi tidak mengutuk invasi Rusia di Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi khusus".

Kunjungan Lavrov ke Hanoi dilakukan saat kedua negara menandai peringatan 10 tahun "kemitraan strategis komprehensif" mereka. Menlu Rusia tersebut juga dijadwalkan terbang ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri G20 pekan ini.

Sementara itu, pasukan Rusia kini semakin meningkatkan serangan di wilayah Donetsk, Ukraina bagian timur, setelah berhasil menguasai sepenuhnya Luhansk. Gubernur Donetsk Pavlo Kyrylenko pun menyerukan lebih dari 350.000 warganya untuk mengungsi dari wilayah tersebut.

Simak juga 'Melihat Lagi Detik-detik Pertempuran Hebat di Kota Lysychansk':

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT