ADVERTISEMENT

Jatuh ke Tangan Rusia, Kota Lysychansk Ukraina Hancur Lebur

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 13:09 WIB
A view shows a public building destroyed during Ukraine-Russia conflict in the city of Lysychansk in the Luhansk Region, Ukraine July 4, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Gedung publik di Lysychansk, yang kini dikuasai Rusia, terlihat rusak parah dan tampak hangus akibat pertempuran sengit berminggu-minggu (REUTERS/Alexander Ermochenko)
Kiev -

Kota Lysychansk di Ukraina bagian timur, yang kini dikuasai pasukan Rusia, hancur lebur usai pertempuran sengit berlangsung berminggu-minggu. Mobil-mobil polisi Ukraina terguling dan dipenuhi lubang bekas peluru, gedung pemerintah hangus dan kubah gereja Ortodoks setempat hancur akibat pertempuran.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/7/2022), seorang reporter Reuters yang mengunjungi langsung Lysychansk mendapati kehancuran secara luas dan hanya menemukan sedikit warga di kota yang sebelumnya berpenduduk nyaria 100.000 jiwa itu.

Sejumlah warga sipil yang masih bertahan, yang semuanya wanita, memantau kerusakan akibat pertempuran di Lysychansk. Kendaraan lapis baja yang sebelumnya digunakan pasukan pro-Rusia terguling di jalanan dan spanduk kemenangan Soviet warna merah -- simbol Perang Dunia II yang diadopsi pasukan Rusia -- tergantung di pintu masuk sebuah gedung pemerintah setempat yang sudah hancur.

Jatuhnya Lysychansk ke tangan Rusia dan separatis pendukungnya dipuji sebagai momen penting oleh Moskow, yang sekarang memegang kendali penuh atas Provinsi Luhansk yang lebih luas. Luhansk bersama Donetsk menjadi target aksi yang disebut Presiden Vladimir Putin sebagai operasi militer khusus di Ukraina.

Bagi Ukraina, direbutnya Lysychansk oleh Moskow menjadi kekalahan menyakitkan dalam apa yang disebut sebagai agresi perang yang tidak dibenarkan, yang dirancang untuk merebut petak-petak wilayah dan membuat Ukraina semakin kecil juga semakin lemah.

Disebutkan juga bahwa kota itu memiliki nilai strategis yang kecil dan mampu menahan pasukan Rusia yang berupaya menguasainya selama berminggu-minggu, sembari merebut kembali sejumlah wilayah di bagian selatan Ukraina.

Di Lysychansk pada Senin (4/7) waktu setempat, seorang reporter Reuters yang yang mengunjungi kota itu dengan bantuan otoritas Republik Rakyat Luhansk yang didudukung Rusia, mendapati kota itu sangat sunyi di beberapa tempat setelah sebagian besar penduduknya mengungsi.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT