ADVERTISEMENT

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 17:34 WIB
Penembakan massal di Amerika kembali terjadi. Kali ini, penembakan berlangsung di Chicago, Amerika Serikat pada Senin (4/7/2022).
penembakan massal di Chicago saat parade Hari Kemerdekaan AS (Foto: AP/Nam Y. Huh)
Jakarta -

Penembakan massal di Amerika kembali terjadi. Kali ini, penembakan berlangsung di Illinois, Chicago, Amerika Serikat pada Senin (4/7/2022).

Peristiwa penembakan tersebut saat perayaan Hari Kemerdekaan AS di Illinois. Berikut fakta-fakta tentang penembakan massal di Chicago, Amerika Serikat.

Penembakan Massal di Amerika: Bersamaan dengan Hari Kemerdekaan AS

Setiap tanggal 4 Juli diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Amerika Serikat. Namun, ada yang berbeda dengan peringatan tahun ini.

Pada Senin, 4 Juli 2022, telah terjadi peristiwa penembakan di Highland Park, Illinois, Chicago, Amerika Serikat. Dikutip dari AFP dan CNN, penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 13.14 waktu setempat.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (5/7/2022):

- Presiden Singapura Positif COVID-19, Begini Kondisinya

Presiden Singapura Halimah Yacob mengumumkan bahwa dia dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani tes virus Corona. Namun, dia mengatakan bahwa gejalanya ringan karena dia telah divaksinasi.

"Baru saja dites positif COVID-19 dengan gejala mirip flu ringan," kata presiden negeri Singa itu dalam unggahan di Facebook seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (5/7/2022).

"Alhamdulillah saya sudah divaksin dan mendapatkan booster. Semoga segera pulih dan saya menyesal melewatkan acara-acara minggu ini," imbuhnya.

Diketahui bahwa kepresidenan Singapura memegang peran seremonial, dengan perdana menteri menjalankan urusan negara.

- Ukraina Butuh Rp 11.236 T untuk Pembangunan Akibat Invasi Rusia

Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmygal menyebut biaya pembangunan kembali negaranya akibat invasi Rusia bisa mencapai US$ 750 miliar (Rp 11.236 triliun). Shmygal meminta agar para konglomerat Rusia juga membantu pembiayaan pembangunan kembali Ukraina.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (5/7/2022), hal itu disampaikan Shmygal saat berbicara dalam Konferensi Pemulihan Ukraina yang digelar di Lugano, Swiss, pada Senin (4/7) waktu setempat. Diungkapkan oleh Shmygal bahwa kerusakan langsung pada infrastruktur Ukraina akibat invasi Rusia telah melebihi US$ 100 miliar.

"Hari ini, kerugian infrastruktur langsung Ukraina mencapai lebih dari US$ 100 miliar. Siapa yang akan membiayai rencana pembaruan, yang sudah ditaksir mencapai US$ 750 miliar?" ucap Shmygal dalam konferensi tersebut.

Dia menjelaskan bahwa rencana pemulihan Ukraina akan dilakukan dalam tiga tahap, dengan tahap pertama akan difokuskan pada perbaikan hal-hal yang penting bagi kehidupan sehari-hari warga, seperti pasokan air.

- Putin Ogah Ucapkan Selamat ke Biden di Hari Kemerdekaan AS

Presiden Rusia Vladimir Putin enggan menyampaikan selamat kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden saat peringatan Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli waktu setempat. Apa alasannya?

Simak Video 'Penembakan saat Parade Hari Kemerdekaan AS di Illinois, 6 Orang Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT