ADVERTISEMENT

AS Desak Israel Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Jurnalis Al Jazeera

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 00:26 WIB
Shireen Abu Akleh adalah seorang jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak oleh pasukan Israel. Akleh tewas saat sedang meliput serangan Israel di Tepi Barat.
Foto: Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh (Al Jazeera)
Washington D.C -

Amerika Serikat (AS) mendesak pertanggungjawaban Israel terkait kesimpulan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang tewas terbunuh akibat tembakan pasukan pertahanan Israel (IDF). Meski begitu, Amerika Serikat meyakini penembakan itu tidak dilakukan dengan sengaja.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/7/2022), kesimpulan ini diambil Amerika Serikat setelah menganalisis peluru yang menewaskan jurnalis asli Amerika itu pada 11 Mei 2022 yang lalu. Meski begitu, Amerika Serikat tetap belum bisa membuat kesimpulan pasti tentang asal peluru itu.

"Para ahli balistik menentukan peluru itu rusak parah, yang mencegah kesimpulan yang jelas," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Ned Price dalam sebuah pernyataan setelah apa yang disebutnya "analisis forensik yang sangat rinci" dari peluru yang dengan enggan diserahkan oleh Otoritas Palestina.

Sebagai informasi, Abu Akleh, salah satu jurnalis Palestina paling terkenal, ditembak mati ketika dia meliput operasi tentara Israel di Jenin di Tepi Barat yang diduduki. Saat itu, dia mengenakan rompi yang bertuliskan 'Press'.

Kematiannya memicu kehebohan lantaran Otoritas Palestina menuduh dia ditembak dengan sengaja. Otoritas Palestina juga menyebut aksi itu sebagai kejahatan peran. Tuduhan itu lalu dibantah dengan tegas langsung oleh Israel.

Sementara itu, Koordinator Keamanan AS (USSC) mengatakan bahwa kedua belah pihak memberikan akses penuh untuk penyelidikan mereka sendiri selama beberapa minggu terakhir. Tak hanya itu, USSC juga menyimpulkan Israel bertanggung jawab atas kematian Abu Akleh.

"Dengan meringkas kedua penyelidikan, USSC menyimpulkan bahwa tembakan dari posisi IDF (Pasukan Pertahanan Israel) kemungkinan bertanggung jawab atas kematian Shireen Abu Akleh," kata Departemen Luar Negeri, merujuk pada Pasukan Pertahanan Israel.

"USSC tidak menemukan alasan untuk percaya bahwa ini disengaja melainkan hasil dari keadaan tragis selama operasi militer yang dipimpin IDF terhadap faksi Jihad Islam Palestina," lanjutnya.

Pihak USSC juga mendesak pertanggungjawaban dari pihak Israel. Mereka juga sampaikan belasungkawa kepada keluarga Abu Akleh.

"Kami akan tetap terlibat dengan Israel dan PA pada langkah selanjutnya dan mendesak pertanggungjawaban. Kami sekali lagi menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga Abu Akleh," kata pernyataan tersebut.

Simak Video: Israel Tembak Jatuh 3 Drone Hizbullah

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT