ADVERTISEMENT

Rusia Panggil Dubes Inggris Gegara Komentar 'Andai Putin Wanita'

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 12:10 WIB
Russian President Vladimir Putin addresses the nation in the Kremlin in Moscow, Russia, Monday, Feb. 21, 2022. Russias Putin has recognized the independence of separatist regions in eastern Ukraine, raising tensions with West. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

Atas komentar Johnson itu, Putin pun memberikan balasan menohok. Berbicara di ibu kota Turkmenistan, Ashgabat, dia menyebut komentar Johnson itu 'tidak benar'.

"Saya ingin menunjukkan peristiwa dalam sejarah modern ketika (mantan perdana menteri Inggris) Margaret Thatcher memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Argentina untuk menguasai Kepulauan Falkland pada tahun 1982," cetus Putin.

"Di sana, seorang wanita memutuskan untuk memulai perang, yang berakhir dengan kemenangan Inggris pada tahun yang sama," kata pemimpin Rusia itu.

Selain Johnson, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace juga memicu kemarahan Rusia setelah menuduh juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia 'mengancam untuk melancarkan serangan nuklir kepada semua orang atau melakukan sesuatu atau hal lainnya setiap minggu'.

Kementerian Luar Negeri Rusia menggarisbawahi bahwa 'tidak bisa diterima' bagi para pejabat Inggris 'untuk membagikan informasi palsu, khususnya soal dugaan ancaman oleh Rusia untuk menggunakan senjata nuklir'.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT