ADVERTISEMENT

Rusia Panggil Dubes Inggris Gegara Komentar 'Andai Putin Wanita'

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 12:10 WIB
Russian President Vladimir Putin addresses the nation in the Kremlin in Moscow, Russia, Monday, Feb. 21, 2022. Russias Putin has recognized the independence of separatist regions in eastern Ukraine, raising tensions with West. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Moskow -

Otoritas Rusia memanggil Duta Besar (Dubes) Inggris di Moskow untuk menyampaikan protes atas komentar terbaru Perdana Menteri (PM) Boris Johnson soal Presiden Vladimir Putin. Moskow menyebut komentar Johnson soal Putin itu sangat 'menyinggung'.

Seperti dilansir AFP, Jumat (1/7/2022), Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pihaknya memanggil Dubes Inggris Deborah Bronnert di Moskow pada Kamis (30/6) waktu setempat.

Kepada Bronnert, Rusia menegaskan bahwa pihaknya 'secara tegas' menolak 'komentar yang terang-terangan menyinggung oleh otoritas Inggris terhadap Rusia, pemimpinnya, para pejabatnya juga rakyat Rusia'.

"Dalam masyarakat yang sopan, telah menjadi kebiasaan untuk meminta maaf atas pernyataan semacam itu," demikian penegasan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengecam pernyataan Johnson soal Putin sebagai 'retorika penghinaan yang tidak bisa diterima'.

Diketahui bahwa pada Selasa (28/6) waktu setempat, Johnson menyatakan Putin tidak akan memulai perang di Ukraina jika dia seorang wanita. Dia juga menyebut invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut 'operasi militer khusus' oleh Moskow, merupakan 'contoh sempurna dari maskulinitas beracun'.

"Jika Putin adalah seorang wanita, yang tentunya dia bukan (wanita), tetapi jika dia wanita, saya benar-benar tidak berpikir bahwa dia akan memulai perang invasi dan kekerasan yang gila dan macho seperti yang dia telah lakukan," ucap Johnson saat berbicara kepada televisi Jerman, ZDF.

Simak Video 'Respons Putin saat Diolok-olok Petinggi G7 soal Telanjang Dada':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT