ADVERTISEMENT

Buntut Pendukung Penghina Nabi Dipenggal Bikin India Kian Kusut

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 04:50 WIB
Activists from right wing Hindu parties protesting against the Tuesday killing of Kanhaiya Lal, a Hindu man in a suspected religious attack in western Udaipur city shout slogans in New Delhi, India, Wednesday, June 29, 2022. Police arrested two Muslim men accused of slitting a Hindu tailor’s throat and posting a video of it on social media, representing a dramatic escalation of communal violence in a country split by deep religious polarization. (AP Photo/Manish Swarup)
Foto: Pendukung Penghina Nabi Dipenggal di Udaipur. India Memanas (AP Photo)
Jakarta -

Buntut kasus pembunuhan pendukung Nupur Sharma, yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW membuat India semakin panas. Terjadi ketegangan di India usai insiden tersebut.

Kasus ini terjadi saat dua pria di India dengan sadis memenggal pria, Kanhaiya Lal, yang disebut membela penghina nabi di Udaipur, India. Aksi pemenggalan mengerikan itu direkam dengan kamera dan videonya diunggah secara online.

Seperti dilansir AFP, Rabu (29/6/2022), korban yang dipenggal berprofesi sebagai seorang penjahit. Dia diketahui pernah menyampaikan dukungan secara online kepada politikus Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma yang melontarkan ucapan menghina Nabi Muhammad dan memicu protes global. Usai kasus itu, BJP telah memecat Nupur.

Laporan media lokal menyebut korban, yang tidak disebut identitasnya, sempat membagikan postingan yang mendukung Sharma sekitar 10 hari lalu dan sejak saat itu menerima banyak ancaman pembunuhan.

Dilaporkan bahwa para pelaku mendatangi toko jahit milik korban dan menyamar sebagai konsumen sebelum menyerang korban dengan pisau besar.

Personel kepolisian tambahan pun dikerahkan ke Udaipur pada Selasa (28/6) waktu setempat untuk mencegah terjadinya kerusuhan antaragama imbas kasus ini.

Siapa Kanhaiya Lal

Menurut laporan surat kabar Indian Express, Kanhaiya Lal pernah memiliki kasus menyinggung agama lain. Dia bahkan pernah ditangkap polisi, sekitar tiga pekan sebelum pembunuhan terjadi.

Lal sempat merasa hidupnya terancam. Dia pun sempat meminta perlindungan dari polisi.

Polisi kemudian mengundang sejumlah tokoh Hindu dan Muslim dalam sebuah pertemuan damai. Setelah itu, Kanhaiya Lal mengatakan bahwa dia "tidak perlu menentang siapa pun lagi", kata seorang petinggi kepolisian kepada Indian Express.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'India Rusuh Buntut Kasus Penghinaan Nabi Muhammad':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT