ADVERTISEMENT

KTT NATO Digelar, Rudal Rusia Hujani Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 18:13 WIB
A rescuer stands next to a residential building hit by a Russian military strike, as Russias attack on Ukraine continues, in Mykolaiv, Ukraine June 29, 2022. Press service of the State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS
Gedung permukiman di Mykolaiv, Ukraina, hancur sebagian akibat serangan militer Rusia (Press service of the State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS)

Di wilayah Ukraina bagian timur, Gubernur Luhansk Serhiy Gaidai melaporkan adanya 'pertempuran di mana-mana' di kota Lysychansk, yang berupaya dikepung oleh pasukan Rusia. Lysychansk yang terletak di Provinsi Luhansk diketahui menjadi fokus serangan terbaru Rusia, setelah berhasil menguasai Sievierodonetsk pada akhir pekan lalu.

Provinsi Luhansk diketahui menjadi medan pertempuran utama dalam serangan Rusia terhadap jantung industri Donbas, Ukraina bagian timur, yang ingin sepenuhnya dikuasai oleh Moskow.

"Ada pertempuran di mana-mana. Musuh berupaya menerobos pertahanan kita. Dan karena mereka tidak berhasil, mereka menembaki dengan semua persenjataan yang mereka miliki, menghapus semua desa dari muka Bumi," sebut Gaidai dalam pernyataannya.

Lysychansk dan Sievierodonetsk merupakan sister city yang dipisahkan oleh Sungai Siverskyi Donets. Jika dua wilayah itu mampu dikuasai sepenuhnya maka kendali Rusia atas Donbas akan semakin meluas.

Secara terpisah, Gubernur Kryvyi Rih Oleksander Vilkul menuturkan bahwa gempuran Rusia di wilayahnya yang terletak di Ukraina bagian tengah meningkat dalam beberapa hari terakhir. "Beberapa desa telah dimusnahkan dari muka Bumi," ucapnya.

Pada saat yang sama namun jauh dari pertempuran itu, para pemimpin negara-negara aliansi NATO menggelar pertemuan di Madrid untuk membahas lebih lanjut kebijakan-kebijakan merespons invasi Rusia ke Ukraina, dan juga ancaman China.

Kanselir Jerman Olaf Scholz sebelumnya menegaskan bahwa negara-negara anggota NATO akan terus mengirimkan pasokan senjata ke Ukraina selama diperlukan. Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyatakan negaranya akan memperkuat pasukan di Eropa karena adanya ancaman dari Rusia.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT